Pencarian populer

Peneliti Temukan Pabrik Bir Tertua di Yunani

Ilustrasi minuman bir (Foto: Pexels)
Masyarakat Yunani kuno memang terkenal dengan jamuan anggurnya. Namun ternyata, peneliti baru saja mengemukakan bahwa anggur bukanlah satu-satunya minuman yang mereka nikmati.
ADVERTISEMENT
Pasalnya, telah ditemukan dua pabrik bir yang diperkirakan berdiri sejak zaman perunggu. Pabrik tersebut menandakan produksi bir sangat marak dilakukan pada 4.000 tahun yang lalu.
"Ini adalah temuan yang tidak terduga bagi Yunani, karena hingga kini semua bukti pasti mengarah ke anggur," kata Tania Valamoti, seorang profesor arkeologi di Aristotle University of Thessaloniki, Yunani.
Temuan ini memberi petunjuk masyarakat prasejarah Yunani memang gemar mengkonsumsi minuman beralkohol untuk pesta di sepanjang tahun, bahkan hanya saat masa panen buah anggur.
Dilansir Live Science, pakar arkeologi dari University of Thessaloniki, Yunani, menemukan dua bangunan peninggalan yang diyakini sebagai pabrik pembuatan bir di Archondiko, bagian utara Yunani, dan satu lagi di Agrissa, bagian timur Yunani.
ADVERTISEMENT
Kedua bangunan tersebut nampak seperti telah mengalami kebakaran besar, terlihat dari temuan artefak-artefak yang hangus terbakar.
Biji gandum yang ditemukan di Yunani. (Foto: Springer-Verlag GmbH Jerman, Springer Nature 2017)
Yang paling menakjubkan, kedua bangunan tersebut menguak temuan baru para peneliti, yang pada kedua tempat tersebut ditemukan biji-biji gandum yang tumbuh.
Biji-bijian yang tumbuh di Archondiko diperkirakan tumbuh di tahun 2100 hingga 2000 SM, sedangkan biji yang ada di Agrissa diperkirakan tumbuh pada tahun 2100 hingga 1700 SM.
"Saya 95 persen yakin kalau mereka membuat beberapa ramuan bir. Bukan olahan bir seperti yang kita ketahui sekarang, tapi beberapa cara meramu minuman beralkohol lainnya," ujar Valamoti.
Anggur (Foto: Thinkstock)
Membuat ramuan anggur terbilang cukup mudah, cukup dengan mencampurkan jus anggur dengan kulit anggur lalu difermentasi hingga jadi minuman beralkohol. Sedangkan bir, membutuhkan sari pati dari gandum untuk diubah menjadi gula yang bisa difermentasi bersama ragi.
ADVERTISEMENT
"Di (bangunan) Archondiko, terdapat struktur dua ruang yang tampaknya dibangun dengan hati-hati untuk mempertahankan suhu rendah di ruang belakangnya, bahkan mungkin di bawah 100 derajat Celsius," tulis Valamoti dalam makalahnya yang diterbitkan dalam Vegetation History and Archaeobotany.
Meski penemuan tersebut bisa menjadi bukti bir tertua di Yunani, tapi bukan berarti itu bir itu adalah bir tertua di dunia.
Menurut catatan prasejarah di Mesir, orang-orang telah mengkonsumsi bir sejak awal pertengahan milenium SM dan masyarakat kuno di kawasan Asia Barat telah mengkonsumsi bir sejak tahun 3200 SM.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86