Pencarian populer

Peneliti Ungkap Sifat Buruk Orang Sok Tahu

Ilustrasi Sok Tahu. (Foto: Ananian via Wikimedia Commons)

Orang yang sok tahu memang menyebalkan. Apalagi sebuah riset terbaru menjelaskan jika orang yang sok tahu sering merasa berlebihan mengenai pengetahuan mereka. Artinya, mereka sebenarnya tidak mengetahui hal sebanyak itu.

Bahkan, saking sok tahunya mereka, setelah diberitahukan fakta-fakta baru soal politik yang diketahuinya, orang-orang tersebut masih saja mengklaim bahwa pengetahuan mereka masih lebih banyak dan benar dibandingkan orang lain.

Selain itu, mereka juga lebih senang mencari informasi baru yang bias untuk membantu rasa superioritas mereka.

Dalam studi yang dipublikasikan pada Journal of Experimental Social Psychology, para penelti mempelajari orang-orang yang mengaku memiliki superioritas di beberapa bidang atau yang mempercayai pandangan mereka lebih baik dibandingkan orang lain dalam hal isu politik.

Ilustrasi saling berbicara. (Foto: rawpixel/pixabay)

Para peneliti mencatat orang-orang tersebut juga mengklaim memiliki superioritas di beberapa bidang selain politik, seperti lingkungan, agama, konflik hubungan asmara, hingga topik seperti etiket serta preferensi pribadi.

"Para peserta studi yang rendah hati biasanya meremehkan pengetahuan mereka sendiri, sementara yang mempercayai diri mereka superior biasanya menanggap mereka tahu lebih banyak dibandingkan apa yang mereka benar-benar ketahui," kata Michael Hall, peneliti dari University of Michigan, dan juga pemimpin riset tersebut.

Dalam studinya, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang sok tahu sering kali menganggap tinggi pengetahuan mereka atas suatu bidang dibanding peserta studi lainnya.

Selain itu, ditemukan juga bahwa ketika orang-orang sok tahu diberikan artikel berita mengenai suatu topik politik, mereka akan lebih memilih untuk membaca informasi yang mendukung pendapat mereka.

Com-Informasi mudah didapat (Foto: Thinkstocks)

Mereka juga mengakui bahwa mereka memang sengaja memilih informasi yang bias untuk mendukung pendapat mereka itu.

"Awalnya kami menduga bahwa orang sok tahu menunjukkan tendensi untuk mencari informasi yang seimbang, agar mereka bisa mengklaim bahwa pendapat mereka didukung suatu alasan dari dua sudut pandang di dalam suatu isu," ujar Hall dilansir Science Alert.

Namun, sebaliknya para peneliti menemukan bahwa orang sok tahu menyukai informasi yang mendukung pendapat mereka.

Menurut para peneliti, hal ini terjadi karena ketika pendapat kita disetujui oleh orang lain maka kita akan merasa lebih baik.

"Ketika pendapat Anda diakui Andaa akan merasa lebih baik, sementara ketika pendapat Anda ditentang akan menyebabkan rasa tidak nyaman. Dan rasa tidak nyaman ini akan meningkat ketika pendapat Anda sangat penting," kata Kaitlin Raimi, anggota tim studi dan juga asisten profesor bidang keputusan publik University of Michigan.

Jadi, hindari jadi orang yang sok tahu ya. Karena tidak ada salahnya untuk mendengarkan fakta yang diberikan orang lain dan memang benar adanya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: