kumparan
11 Agu 2018 19:23 WIB

Perempuan dengan Pasangan Teliti Punya Kehidupan Seks Lebih Memuaskan

Ilustrasi Berhubungan Seks (Foto: Pixabay)
Ada kabar baik bagi orang-orang yang teliti. Berdasarkan riset terbaru, mereka bisa menjadi pasangan yang menyenangkan bagi para perempuan. Hal ini dikarenakan adanya riset terbaru yang menemukan bahwa perempuan dengan pasangan yang bersifat teliti, memiliki kehidupan seks yang lebih memuaskan dan juga fungsi seksual yang lebih baik.
ADVERTISEMENT
Riset tersebut telah dipublikasikan di The Journal of Sex Research. Menurut penjelasan Julia Velten, peneliti dari Universitat Bochum di Jerman yang memimpin riset ini, hal tersebut karena pria yang memiliki sifat teliti merasa memiliki kewajiban untuk memuaskan pasangannya secara seksual.
"Hal itu mungkin menyebabkan pasangannya jadi memiliki fungsi seksual yang lebih baik," ujar Velten dilansir The British Psychological Society.
Fungsi seksual yang dimaksud adalah kepuasan seks, rangsangan, keinginan, tingkat kebasahan, rasa sakit, dan juga frekuensi orgasme.
Dalam riset ini para peneliti melakukan survei terhadap ribuan pasangan di Jerman. Dijelaskan bahwa 98 persen dari pasangan tersebut adalah heteroseksual. Selain itu para peserta memiliki rata-rata usia 51 tahun dan rata-rata telah bersama pasangannya selama 24 tahun.
ADVERTISEMENT
Setiap peserta riset diwawancara secara terpisah melalui telepon. Mereka diminta untuk menjelaskan kepribadian, respons terhadap rangsangan seks, dan juga detail atas fungsi seksual diri sendiri.
Hasilnya, perempuan dengan pasangan yang memiliki sifat teliti melaporkan bahwa fungsi seksual mereka lebih baik. "Individu yang teliti mungkin memiliki kecenderungan untuk lebih berhati-hati saat seks dan terus berusaha menjaga agar hubungan seksual dengan pasangannya terus berlanjut," tulis para peneliti.
Ilustrasi pasangan di tempat tidur (Foto: Antonio Guillem/Thinkstock)
Sementara itu, para pria dengan pasangan yang memiliki ketidakstabilan emosi melaporkan fungsi seksual yang lebih sehat. Namun tidak dijelaskan mengapa hal ini terjadi.
Selain itu ditemukan juga bahwa usia dari pria memiliki korelasi negatif dengan fungsi seksual perempuan. Namun di antara semua pasangan dalam riset ini, lamanya mereka bersama tidak berkorelasi dengan fungsi seksual mereka. Menurut peneliti, hal ini mengimplikasikan bahwa kehidupan seks yang sehat mungkin tetap dirasakan oleh mereka yang telah lama bersama.
ADVERTISEMENT
Riset ini sendiri memiliki beberapa batasan, seperti adanya kemungkinan pasangan dalam riset yang merasa malu atau memiliki masalah dalam hubungannya. Selain itu, hasil riset juga hanya menunjukkan gambaran statis dari masing-masing variabel yang artinya tidak diketahui apakah mereka saling berhubungan satu sama lain.
Ilustrasi berhubungan intim (seks). (Foto: Shutter Stock)
Namun demikian, riset ini membuka kemungkinan baru bahwa sifat seseorang bisa memiliki pengaruh pada fungsi seksual pasangannya.
"Meningkatkan pemahaman kita atas faktor-faktor pribadi yang berkontribusi pada masalah seksual penting dilakukan untuk mengembangkan pengobatan psikologis bagi individu dan pasangan yang memiliki masalah fungsi seksual," kata para peneliti.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan