kumparan
30 Mar 2018 19:04 WIB

Pesan Dokter kepada Masyarakat Luas soal Gangguan Bipolar

Anak bipolar (Foto: Thinkstock)
Gangguan bipolar tak hanya membuat penderitanya mengalami kesulitan. Orang-orang di sekitarnya, terutama keluarga, pun turut mengalami kesulitan dalam menghadapi hal ini.
ADVERTISEMENT
Orang-orang di sekitar penderita gangguan bipolar tak tahan lagi menghadapi perilaku dari si penderita, sering kali menganggap dan menyebut perilaku penderita itu ‘lebay’.
Padahal, menurut Hervita Diatri, psikiater di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo yang juga merupakan Seksi Bipolar Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia cabang Jakarta (PDSKJI Jaya), penderita bipolar sendiri sebenarnya tidak bisa mengkontrol perilakunya.
"Jangan jadikan mereka (penderita bipolar) sebagai orang yang berbeda. Jangan menjauhi karena kita tidak paham. Terus rangkul, karena mereka membutuhkan dukungan kita semua dalam menghadapi bipolar," ujar Hervita dalam acara Seminar Kesehatan World Bipolar Day 2018 dan Launching Boneka Hagi di Jakarta beberapa waktu lalu.
Hervita Diatri, Seksi Bipolar PDSKJI (Foto: Sayid Mulki/kumparan)
Hervita menjelaskan dukungan keluarga dan lingkungan bisa membuat para penderita gangguan bipolar dapat menjadi bagian masyarakat yang produktif.
ADVERTISEMENT
Ia menyebut Hana Madness, seniman dan juga pencipta maskot boneka Hagi, sebagai salah satu contoh penderita gangguan bipolar yang tetap bisa beraktivitas secara produktif seperti orang-orang lainnya. "Sebagai contoh, kita bisa lihat si Hana dan banyak karyanya," kata Hervita.
Hana Madness (Foto: Sayid Mulki/kumparan)
"Penderita gangguan bipolar biasanya memiliki banyak ide, tapi sering kali mereka tidak bisa merealisasikannya. Perlu dukungan orang di sekitarnya agar mereka bisa merealisasikan ide mereka sendiri," jelas Hervita.
Tak cuma Hana, ada sejumlah tokoh besar dunia lainnya yang juga tercatat sebagai penderita bipolar. Dalam dunia hiburan saat ini misalnya, ada Demi Lovato, Jean-Claude Van Damme, hingga Russell Brand.
Dalam dunia seni, sains, antartika hingga kenegaraan ada pula tokoh-tokoh besar sukses dunia yang juga merupakan penderita gangguan bipolar. Sebut saja nama Vincent van Gigh, Isaac Newton, Buzz Aldrin, serta Winston Churcill.
ADVERTISEMENT
Gangguan bipolar sendiri merupakan suatu gangguan jiwa yang bersifat episodik dan ditandai dengan perubahan perasaan atau emosi yang terjadi berulang dan berlangsung menahun. Gangguan jiwa ini bersifat kronik, serius, dan sering berpotensi fatal. Sebanyak 10 sampai 20 persen penderita gangguan bipolar meninggal dunia akibat bunuh diri.
Ilustrasi menderita gangguan bipolar. (Foto: Thinkstock)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan