Pencarian populer

Potret Terkini Gunung Anak Krakatau yang Diambil dari Helikopter BNPB

Situasi Gunung Anak Krakatau, Minggu 13 Januari 2019. (Foto: BNPB)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Doni Monardo, melakukan pemantauan langsung kondisi Gunung Anak Krakatau, pada Minggu (13/1) dengan menggunakan helikopter BNPB. Ia terbang langsung ke lokasi bersama tim BNPB untuk memantau kondisi gunung berapi yang kini berstatus siaga tersebut.

Dalam video yang diambil pada Minggu (13/1) oleh BNPB itu, terlihat penampakan Gunung Anak Krakatau mengalami banyak perubahan, dari sebelum hingga sesudah erupsi. Video tersebut diunggah oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, lewat akun Twitter resminya.

Sutopo menjelaskan video tersebut diambil pada pukul 12.31 WIB, Minggu (13/1), dari atas helikopter BNPB. "Saat ini tinggi GAK (Gunung Anak Krakatau) hanya 110 meter dari sebelumnya 338 meter," cuit Sutopo.

Salah satu pemandangan mencolok dari video tersebut adalah air di sekitar kawah Gunung Anak Krakatau yang terlihat berubah warna menjadi cokelat. Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rudy Suhendar, warna cokelat tersebut adalah hidrosida besi (FeOH3) yang merupakan hasil pelarutan material dan liquid yang dikeluarkan oleh kawah.

"Yang mengandung zat besi tinggi bercampur/larut dengan air laut," jelas Rudy, saat dihubungi kumparan.

Berikut ini beberapa potret Gunung Anak Krakatau yang diambil dari helikopter BNPB tersebut.

Situasi Gunung Anak Krakatau, Minggu 13 Januari 2019. (Foto: BNPB)
Situasi Gunung Anak Krakatau, Minggu 13 Januari 2019. (Foto: BNPB)
Situasi Gunung Anak Krakatau, Minggu 13 Januari 2019. (Foto: BNPB)

Sebelumnya, informasi citra satelit dari Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) juga menunjukkan adanya perubahan morfologis pada Gunung Anak Krakatau.

Citra satelit tanggal 9 Januari 2019 menunjukkan wilayah yang semula hilang akibat longsor muncul kembali.

Citra Satelit Gunung Anak Krakatau pada 9 Januari 2019. (Foto: Pusfatja LAPAN)

“Akumulasi erupsi setelahnya mengeluarkan material vulkanik yang terkumpul di sekitar kawah sehinggga bagian barat – barat daya Gunung Anak Krakatau kembali muncul ke atas permukaan air seperti yang terlihat pada citra tanggal 9 Januari 2019,” tulis Pusfatja LAPAN dalam keterangan resminya.

Bagian barat-barat daya Gunung Anak Krakatau hancur akibat erupsi pada 22 Desember 2018. Erupsi tersebut kemudian menyebabkan longsor yang menjadi pemicu tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23