Pencarian populer

Prof Irwandi Berhasil Ciptakan Gelatin Halal dari Unta dan Sisik Ikan

Profesor Irwandi Jaswir. (Foto: Irwandi Jaswir/Facebook)

Profesor Irwandi Jaswir asal Indonesia baru saja mendapat penghargaan Raja Faisal atau King Faisal International Prize (KFIP) di Riyadh, Arab Saudi, atas jasanya untuk Islam dalam mengembangkan riset 'Halal Science'. Risetnya itu berfokus pada inovasi-inovasi yang berkaitan dengan makanan halal, salah satunya adalah mencari makanan halal alternatif bagi kaum Muslim.

Irwandi memang sudah melakukan banyak studi terkait makanan halal, termasuk penelitiannya soal gelatin halal.

Sebelum membahas lebih jauh, mari kita kenali dulu apa itu gelatin.

Gelatin merupakan zat yang didapatkan dari produk sampingan hewan seperti tulang atau kulit. Pada makanan, gelatin digunakan untuk membuat makanan lebih mengembang dan kenyal, misalnya seperti pada marshmallow atau pada permen.

Gummy bear. (Foto: Hans via Pixabay (CC0 Creative Commons))

Sementara untuk makanan seperti yogurt dan krim keju, gelatin dapat digunakan untuk stabilizer, yaitu untuk menciptakan tekstur yang lebih padat. Gelatin juga digunakan untuk membuat kapsul.

Namun, saat ini, kebanyakan gelatin masih menggunakan babi sebagai bahan dasarnya. Karena itu, umat Muslim harus berhati-hati ketika memilih makanan atau produk yang mengandung gelatin.

Gelatin halal dari unta dan ikan

Menanggapi hal ini, Profesor Irwandi Jaswir, Profesor di bidang teknologi dan seorang halal scientist, mengembangkan inovasi baru, yaitu membuat gelatin dari tulang unta dan sisik ikan.

Bahkan saat ini, gelatin unta yang diciptakan oleh Profesor Irwandi sudah dikembangkan di Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan akan gelatin halal.

Sementara untuk gelatin ikan, sampai saat ini masih dalam tahap penelitian terutama dari nano partikelnya.

Profesor Irwandi Jaswir. (Foto: Irwandi Jaswir/Facebook)

“Saat ini sedang dikembangkan nano partikel gelatin ikan. Karena kekurangan gelatin ikan itu kekuatan gelnya rendah. Serta masih ada bau ikan. Untuk mengatasi hal ini, maka dilakukan penelitian pada nano partikelnya,” kata Profesor Irwandi, kepada kumparan (kumparan.com).

Selain gelatin, saat ini Profesor Irwandi juga tengah mengembangkan pewarna halal dari rumput laut. Bukan hanya halal, pewarna ini juga mengandung antioksidan sehingga baik bagi kesehatan.

Memenangi Penghargaan KFIP 2018

Pada Rabu (10/1) kemarin, Irwandi terpilih sebagai pemenang penghargaan King Faisal International Prize (KFIP) 2018 untuk kategori 'Berjasa untuk Islam'. Ia dianggap berkontribusi besar terhadap dunia Islam berkait riset dan inovasinya di 'Halal Science'.

Sebelum Irwandi, ada sejumlah tokoh dunia terkenal yang dianugerahi penghargaan yang sama, seperti Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud sebagai Penjaga Dua Kota Suci Arab Saudi yang memenangi penghargaan ini di tahun 2017.

Kemudian ada Dr. Zakir Naik pada 2015, eks Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi pada 2011, hingga Recep Tayyip Erdogan pada 2010, yang saat itu masih menjabat sebagai Perdana Menteri Turki hingga kini kita kenal sebagai sebagai Presiden Turki.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: