kumparan
19 Sep 2018 6:12 WIB

Periset: Lesbian Ada karena Pria Suka Perempuan Penyuka Sesama Jenis

Ilustrasi Lesbian (Foto: Pixabay)
Manusia bukanlah satu-satunya spesies yang menunjukkan perilaku homoseksual. Banyak spesies lain, seperti singa, monyet, dan lumba-lumba, yang menunjukkan perilaku tersebut.
ADVERTISEMENT
Banyak riset yang berusaha menjelaskan alasan mengapa itu terjadi, dan salah satunya adalah sebuah riset terbaru dari Siprus, Cina, dan Inggris yang hasilnya terbilang cukup mengagetkan.
Dikutip dari IFL Science, menurut Menelaos Apostolou, peneliti yang mempublikasikan hasil risetnya di jurnal Personality and Individual Differences , rasa ketertarikan seksual sesama jenis di antara manusia perempuan ternyata ada pengaruh akibat dari keinginan pria.
Hal tersebut berdasarkan hasil survei tim risetnya yang berasal dari University of Nicosia di Siprus, Fudan University di China, dan Aberystwyth University di Inggris. Para peneliti menganalisis data dari 949 pria China dan 305 pria Inggris, yang semuanya heteroseksual.
Ditemukan bahwa pria dari masing-masing kebudayaan lebih menyukai pasangan yang menunjukkan rasa ketertarikan terhadap sesama jenis. Secara spesifik, satu dari empat pria dari kelompok China dan dua per tiga dari kelompok Inggris menunjukkan hal tersebut.
ADVERTISEMENT
"Preferensi pria terhadap ketertarikan seksual sesama jenis pada perempuan merupakan sebuah variasi normal dari preferensi pria secara keseluruhan, dan bukanlah hal abnormal," kata Menelaos Apostolou dari University of Nicosia, pemimpin riset ini, dikutip dari PsyPost.
"Preferensi ini mungkin adalah salah satu alasan mengapa banyak perempuan berevolusi memiliki rasa ketertarikan seksual sesama jenis," tambah Apostolou.
Warna pelangi, lambang LGBT. (Foto: Wikimedia Commons)
Apostolou membandingkan hasil riset terbarunya dengan data survei sebelumnya yang dilakukan pada para pria di Siprus. Ia menemukan bahwa preferensi tertinggi pria heteroseksual terhadap aktivitas seksual sesama jenis pasangannya ditemukan di Inggris, di mana porno jenis lesbian memang populer.
Lalu preferensi tertinggi kedua ada di Siprus, di mana porno lesbian juga cukup populer, tapi Gereja Ortodoks di Siprus menganggapnya sebagai “keruntuhan moral”. Adapun preferensi terendah ada di China, di mana pornografi dilarang dan homoseksualitas dianggap sangat buruk.
ADVERTISEMENT
"Saya menginterpretasikan temuan ini adalah bahwa faktor kebudayaan mempengaruhi bagaimana mekanisme evolusi diekspresikan," ujar Apostolou kepada IFL Science.
"Contohnya, orang Inggris akan lebih terbuka atas seksualitas mereka dan mungkin lebih mengakui bahwa mereka menganggap ketertarikan seksual sesama jenis yang ditunjukkan pasangannya memang menarik," kata dia lagi.
Dijelaskan bahwa riset ini tidak mengklaim menjelaskan rasa ketertarikan seksual sejenis di antara pria atau pria gray. Jadi, riset ini hanya membahas homoseksualitas pada wanita.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan