kumparan
15 Apr 2019 17:37 WIB

Salah Satu Kura-kura Paling Langka di Dunia Mati di China

Kura-kura tempurung lunak raksasa Yangtze. Foto: Getty images
Salah satu kura-kura tempurung lunak raksasa Yangtze telah mati di Cina. Kura-kura tempurung lunak raksasa Yangtze adalah salah satu spesies kura-kura paling langka di dunia.
ADVERTISEMENT
Dengan matinya salah satu di antara mereka, jumlah spesies yang bernama ilmiah Rafetus swinhoei itu kini hanya tersisa tiga ekor di dunia.
BBC memberitakan kura-kura betina itu mati di kebun binatang Suzhou di Cina selatan. Kini, dari tiga spesies kura-kura tempurung lunak raksasa Yangtze yang tersisa, satu pejantan hidup di kebun binatang Cina dan dua kura-kura lainnya hidup di alam liar di Vietnam.
Sifat kura-kura tempurung lunak raksasa Yangtze sulit dipahami. Jadi cukup sulit juga untuk mengidentifikasi jenis kelamin mereka.
Upaya inseminasi buatan sebelum si kura-kura mati
Sebelum kura-kura betina itu mati, para ahli telah mencoba menginseminasinya secara artifisial agar si kura-kura bisa menghasilkan keturunan dan memperbanyak jumlah spesiesnya. Namun upaya inseminasi sebanyak lima kali itu gagal dan si kura-kura berumur 90 tahun akhirnya mati.
ADVERTISEMENT
Upaya inseminasi buatan terakhir terhadap kura-kura itu dilakukan oleh para staf lokal dan ahli internasional pada 24 jam sebelum si kura-kura mati.
Kura-kura tempurung lunak raksasa Yangtze. Foto: Pixabay
Mereka mengatakan tidak ada komplikasi dari operasi dan si kura-kura dalam keadaan sehat setelah prosedur operasi dilakukan. Baru pada hari berikutnya lah kondisi kura-kura itu memburuk.
Penyebab kematian kura-kura betina itu kini sedang diselidiki. Jaringan ovarium si kura-kura juga telah dikumpulkan untuk keperluan penelitian di masa depan.
Kura-kura tempurung lunak raksasa Yangtze. Foto: Wikimedia
Upaya inseminasi buatan terhadap kura-kura tempurung lunak raksasa Yangtze memang perlu dilakukan. Pasalnya, jumlah spesies mereka sudah sangat kritis dan kini sangat terancam punah.
Penyebab jumlah spesies kura-kura itu terus menurun hingga akhirnya kini terancam punah adalah karena perburuan, penangkapan ikan yang berlebihan, dan perusakan habitatnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan