kumparan
4 Jun 2018 13:32 WIB

Bagaimana Plastik Membunuh Paus Pilot di Thailand

Ikan paus Pilot. (Foto: Wikimedia Commons)
Bahaya limbah sampah plastik bagi lingkungan fauna air semakin memprihatinkan. Kali ini seekor paus jenis pilot atau Globicephala mati akibat menelan 80 kantung plastik yang total bobotnya mencapai sekitar 8 kilogram.
ADVERTISEMENT
Menurut laporan Reuters, paus itu mati lima hari setelah tim dokter setempat berusaha menyelamatkan nyawanya.
Awalnya, paus itu ditemukan pada Senin (28/5) di sebuah kanal yang beradaa di sebelah selatan provisi Songkhla, Thailand.
Namun pada Jumat (1/6), nyawa paus tersebut akhirnya tak tertolong. Sebelum mati paus itu sempat memuntahkan lima kantung plastik.
Paus pilot yang terdampar di Thailand, (Foto: Reuters)
Melihat hal tersebut, tim dokter pun kemudian melakukan autopsi atas paus pilot malang tersebut. Mereka menemukan adanya 80 kantung plastik serta beberapa barang plastik lainnya yang totalnya memiliki berat sekitar delapan kilogram di dalam perut si paus.
"Sampah plastik ini membuat paus sakit dan tidak dapat memburu makanan bagi dirinya," jelas Departemen Kelautan dan Pesisir Thailand.
ADVERTISEMENT
Jatuporn Buruspat, kepala departemen tersebut, mengatakan bahwa paus pilot malang itu mungkin menganggap kantung plastik di laut sebagai makanannya.
Sampah plastik di perut paus. (Foto: Reuters)
Menurut American Cetacean Society, kelompok perlindungan paus, biasanya paus pilot memangsa cumi-cumi, tetapi mereka juga memakan gurita dan ikan kecil ketika tidak ada cumi-cumi.
"Kami akan menggunakan kasus paus ini dan mengundang semua sektor untuk turut membantu mengurangi penggunaan plastik di Thailand," kata Buruspat.
Di seluruh dunia, ada sekitar 8 juta ton plastik yang terdiri dari sampah botol, bungkusan, dan sampah lainnya, yang dibuang di laut tiap tahunnya. Sampah plastik ini telah membunuh kehidupan di air yang dicemarinya dan juga memasuki rantai makanan manusia, seperti dilaporkan Program Lingkungan PBB pada Desember lalu.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·