kumparan
18 Sep 2018 12:32 WIB

Semua Jari Kaki Kanan Seorang Perempuan Diamputasi akibat Terapi Ikan

Terapi ikan Garra rufa. (Foto: Karelj via Wikimedia Commons)
Terapi ikan sempat populer di Indonesia. Bahkan praktik ini sempat banyak ditemukan di berbagai salon kecantikan atau pusat perbelanjaan di Jakarta.
ADVERTISEMENT
Namun ada isu buruk mengenai dampak terapi ini. Dilaporkan, pada 2010 ada kasus amputasi yang dihubungkan dengan terapi ikan.
IFL Science melaporkan seorang perempuan yang tidak disebutkan namanya mengalami sebuah infeksi yang menyebabkan seluruh jari kaki kanannya harus diamputasi. Perempuan tersebut didiagnosis dengan osteomielitis, radang tulang akibat infeksi.
Diduga infeksi masuk ke tubuh si perempuan melalui luka bekas operasi yang ia miliki. Sebelumnya dijelaskan juga bahwa sebagian dari jempol kaki si perempuan telah diamputasi akibat menginjak pecahan kaca pada 2006. Detail lain mengenai kejadian amputasi tidak diketahui.
Dikutip dari Mayo Clinic, osteomielitis biasanya terjadi oleh bakteri Staphylococcus. Bakteri bisa masuk melalui luka, jaringan yang telah terinfeksi, dan menyebar melalui pembuluh darah.
ADVERTISEMENT
Dijelaskan bahwa biasanya tulang cukup tahan terhadap infeksi, namun infeksi bisa terjadi ketika seseorang baru saja menjalani operasi tulang, kerusakan pada sirkulasi darah, atau mengalami penurunan kemampuan imun tubuh.
Jadi jika ada bakteri tersebut di dalam tangki ikan di mana si perempuan mendapat terapinya, sangat mungkin ia terkena infeksi tersebut.
Terapi ikan Garra rufa. (Foto: ermell via Wikimedia Commons)
Berbahayakah terapi ikan?
Menurut pengumuman dari Layanan Kesehatan Nasional Inggris atau National Health Service (NHS), banyak cerita mengenai terapi ikan tidak berdasar, dan risikonya dilebih-lebihkan.
Sebenarnya pengumuman NHS merupakan respons kepada sebuah laporan di surat kabar Inggris bahwa terapi ikan bisa menyebarkan HIV dan hepatitis. Ternyata dalam laporan itu, kejadian penyebaran HIV dan hepatitis tidak benar-benar terjadi. Yang ada hanyalah kemungkinan saja.
ADVERTISEMENT
Namun demikian dijelaskan bahwa risiko infeksi tetaplah ada, tapi kemungkinan terjadinya sangat rendah.
Ilustrasi terapi ikan. (Foto: Dina Middin via wikimedia commons.)
Secara teori, seseorang bisa terkena infeksi saat sedang menjalani terapi ikan. Namun infeksi yang bisa menyebar melalui darah, seperti yang disebutkan di atas, dianggap mustahil terjadi, karena ikan Garra rufa, yang digunakan dalam terapi, tidak menyebabkan luka atau menghisap darah.
Ada potensi seseorang terkena infeksi bakteri atau jamur, namun hal ini dikatakan tidak unik terjadi akibat terapi ikan saja. Selain itu dikatakan bahwa risikonya bagi seseorang yang sehat sangatlah rendah.
NHS menyarankan untuk memperhatikan beberapa hal jika ingin melakukan terapi ikan. Jangan lakukan terapi jika memiliki luka terbuka atau rasa sakit di kaki bagian bawah. Selain itu, sebaiknya hindari juga terapi ikan jika Anda telah memiliki infeksi atau sejenisnya pada kaki atau di darah, masalah ketahanan imun, atau kelainan pada hal pendarahan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·