kumparan
19 Jul 2019 8:39 WIB

Seorang Pria di Amerika Serikat Terinfeksi Bakteri Pemakan Daging

Ilustrasi bakteri. Foto: skeeze via Pixabay
Ricky Rutherford, pria asal Waterloo, Alabama, Amerika Serikat, harus menjalani operasi di bagian pahanya akibat terinfeksi bakteri pemakan daging. Bakteri itu mulai menggerogoti pahanya sejak ia pulang bermain kayak dan berenang bersama keluarga dan teman-temannya di Sungai Tennessee.
ADVERTISEMENT
Dua hari setelah pulang berwisata, tepatnya Senin (8/7), ia mulai mengalami gejala kram, radang, disertai demam. Menyadari kondisi tubuhnya semakin memburuk, ia kemudian memutuskan untuk pergi ke rumah sakit dengan istrinya.
Awalnya tim dokter mengira Ricky menderita selulitis. Namun, melihat suhu tubuh pasiennya terus naik hingga 40 derajat Celsius, tim dokter pun menduga ada sesuatu yang tidak beres di dalam tubuh Ricky.
Dokter kemudian melakukan serangkaian pemeriksaan. Mereka akhirnya mendiagnosis Ricky menderita necrotizing fasciitis, yakni infeksi bakteri jahat pemakan daging.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (Centers for Disease Control and Prevention/CDC), infeksi bakteri yang sangat serius ini dapat membunuh jaringan di bawah kulit. Saat seseorang terinfeksi, dibutuhkan penanganan cepat dengan memberikan antibiotik intravena, bahkan seringkali berujung pada pembedahan.
ADVERTISEMENT
Gejala dari necrotizing fasciitis diawali dengan peradangan kulit yang menyebar secara cepat, demam, dan rasa sakit yang parah di daerah yang terinfeksi. Gejala selanjutnya bisa berupa lepuh, bintik hitam pada kulit, keluar nanah, pusing, mual, serta kelelahan. Tanpa perawatan yang memadai, necrotizing fasciitis dapat membunuh penderitanya.
Ilustrasi perempuan mual. Foto: Shutterstock
Newsweek melansir, bakteri pemakan daging seperti kelompok A. Streptococcus dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka kecil di kulit, yang bisa berdampak serius pada kesehatan. Karena Ricky tidak memiliki luka atau goresan yang jelas, dokter menduga bakteri itu telah masuk melalui lubang kecil di kulit Ricky.
“Dokter harus mengangkat paha bagian dalamnya. Pada waktu itu mereka mengambil bakteri yang bersarang di sana,” ujar istrinya, Cassey Rutherford, seperti dikutip Newsweek.
ADVERTISEMENT
Bahkan, setelah Ricky menjalani operasi pada Jumat (11/7), dokter tidak yakin Ricky bisa diselamatkan. “Pada hari Sabtu, para dokter mengatakan kepada saya bahwa mereka akan berusaha agar Ricky tetap hidup, tapi dia juga kemungkinan tidak bisa diselamatkan. Mereka mengatakan kepada saya untuk bersiap menghadapi yang terburuk,” ujar Cassey saat menjelaskan kondisi Ricky kepada WAFF.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan