kumparan
19 Feb 2018 12:21 WIB

Studi Terbaru: Makanan Olahan Pabrik Tingkatkan Risiko Kanker

Ilustrasi membeli makanan beku olahan. (Foto: Thinkstock)
Sebuah studi terbaru menyebutkan, makanan olahan tingkat tinggi atau disebut juga sebagai makanan ultra-proses meningkatkan risiko tumbuhnya kanker dalam tubuh.
ADVERTISEMENT
Dalam studi ini, sekelompok peneliti dari Universite Sorbonne Paris Cite, Prancis, terinspirasi oleh penelitian sebelumnya yang menjelaskan bahwa beberapa jenis kanker dapat dihindari melalui perubahan gaya hidup, salah satunya terkait kebiasaan atau pola makan sehari-hari.
Para peneliti itu kemudian mencari tahu apakah dan bagaimana gaya hidup, khususnya pola makan, dapat meningkatkan risiko kanker. Dalam keberjalanannya, penelitian yang mereka lakukan ini akhirnya berfokus pada makanan ultra-proses.
Makanan ultra-proses ini umumnya dihasilkan oleh mesin-mesin pabrik. Mereka dibuat melalui beberapa tingkat pemrosesan dan kemudian banyak dijual di toko-toko, dan bahkan disajikan oleh restoran-restoran terkenal.
Makanan ultra-proses ini misalnya adalah minuman bersoda dan minuman gula, mi instan, makanan beku siap saji, camilan kemasan, dan lain-lain yang diolah melalui pemrosesan yang panjang dengan teknologi mesin industri.
Ilustrasi minuman soda. (Foto: Pixabay)
Dalam studi ini tim peneliti memeriksa kondisi dari 104.980 orang yang menjawab mengenai pola makan, berat badan, aktivitas fisik, penggunaan obat, aktivitas merokok, pendidikan, serta riwayat keluarga mereka. Lima tahun setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, diketahui lebih dari 2.200 orang di antara mereka terdiagnosis terkena kanker.
ADVERTISEMENT
Dari hasil pengumpulan dan analisis data yang diperoleh, para peneliti kemudian menemukan adanya korelasi antara mengkonsumsi makanan ultra-proses dengan peningkatan risiko kanker.
Kesimpulan studi mereka yang telah dipublikasikan di British Medical Journal ini menyebut, peningkatan proporsi konsumsi makanan ultra-proses sebesar 10 persen berkorelasi dengan peningkatan risiko kanker sebesar 12 persen.
Para peneliti menyebut data ini tidak serta-merta menunjukkan bahwa makanan ultra-proses adalah penyebab kanker. Mereka menegaskan penelitian ini difokuskan pada korelasi antara dua hal tersebut, bukan hubungan sebab-akibat antara keduanya.
Sebenarnya hasil penelitian ini tidaklah mengejutkan bagi beberapa pakar kesehatan. Kue-kue kemasan dan makanan olahan tingkat tinggi lainnya memang telah dikaitkan dengan masalah berat badan serta kanker.
"Sudah diketahui bahwa mengkonsumsi banyak makanan ini dapat menyebabkan penambahan berat badan, dan kelebihan berat badan atau obesitas juga dapat meningkatkan risiko kanker, jadi sulit untuk menguraikan efek pola makan dan berat badan," kata Profesor Linda Bauld, pakar di Cancer Research UK, dilansir Newsweek yang mengutip BBC.
Jangan makan fast food. (Foto: thinkstockphotos)
Bauld mengatakan, hasil penelitian ini merupakan sinyal peringatan untuk kita agar memiliki pola makan yang sehat. Namun begitu, ia juga menyebut sesekali mengkonsumsi sedikit makanan olahan seperti keripik dan mi instan tidaklah mengapa asalkan kita rajin mengkonsumsi buah dan sayur.
ADVERTISEMENT
Studi ini sendiri tidaklah bertujuan agar semua orang berhenti mengkonsumsi makanan semacam itu, tetapi lebih ingin meningkatkan kesadaran terkait kemungkinan efek negatif pada kesehatan akibat makanan olahan tingkat tinggi yang saat ini banyak dijual itu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·