kumparan
14 Sep 2019 14:33 WIB

Teleskop Terbesar di Dunia Tangkap Sinyal Misterius dari Luar Angkasa

Model Teleskop FAST. Foto: 509FZ via wikimedia commons.
Teleskop radio raksasa milik China menangkap ratusan sinyal misterius dari luar angkasa. Sinyal ini diduga berasal dari galaksi lain yang berjarak 3 miliar tahun cahaya dari Bumi.
ADVERTISEMENT
Sinyal misterius ini dikenal dengan nama fast radio burst atau FRB. Dia adalah pancaran gelombang radio yang sangat singkat tapi juga sangat kuat. Hingga saat ini, para peneliti belum mengetahui secara pasti apa sebenarnya dan dari mana sumber sinyal-sinyal itu.
Sinyal yang berhasil ditangkap oleh teleskop Five-hundred-meter Aperture Spherical Radio Telescope (FAST), adalah FRB 121102. Itu adalah salah satu FRB yang sering tertangkap oleh teleskop radio di Bumi.
Sejak 30 Agustus 2019, FAST telah berusaha mencari sinyal misterius FRB 121102. Saat melakukan pencarian, FAST mendeteksi ada lebih dari 100 sinyal FRB 121102 . Ini adalah jumlah pancaran tertinggi yang pernah terdeteksi dari FRB 121102, di mana sekitar 20 sinyal berhasil terekam pada 3 September 2019.
ADVERTISEMENT
FRB 121102 sendiri adalah salah satu dari 10 FRB yang kita ketahui. Dia juga merupakan FRB yang pertama kali ditemukan. Sinyal FRB 121102 yang terus berulang, ini memungkinkan para peneliti untuk menemukan asal FRB ini.
Menurut dugaan peneliti, FRB 121102 berasal dari sebuah galaksi kerdil berjarak 3 miliar tahun cahaya dari Bumi. Dia kemungkinan bersumber dari bintang neutron di luar angkasa yang sedang bergerak melalui medan magnet yang sangat kuat.
Kendati begitu, belum diketahui pasti bagaimana sinyal ini bisa muncul. Perlu lebih banyak data lagi, seperti yang dikumpulkan FAST, sebelum para peneliti bisa mengambil kesimpulan.
FAST sendiri adalah perangkat pendengar paling sensitif di dunia. Dia memiliki satu piringan radio raksasa yang luasnya berukuran 600 meter, ini membuatnya sebagai teleskop terbesar di dunia. FAST berada di Dawodang, Provinsi Guizhou, barat daya China.
ADVERTISEMENT
"FAST telah terbuka untuk astronom China sejak April 2019. Setelah National Construction Acceptance, FAST akan terbuka untuk para astronom di seluruh dunia." ujar JIANG Peng, chief engineer FAST dan wakil direktur Pusat Operasi dan Pengembangan FAST, NAOC, dalam sebuah pernyataan yang dikutip IFL Science.
FRB sendiri adalah beberapa peristiwa astronomi paling luar biasa yang pernah manusia amati. Sebab, FRB bertahan dalam waktu sepersekian detik. Para peneliti menduga bahwa setiap harinya mungkin lebih dari 150 peristiwa FRB dapat diamati dari Bumi.
Selain itu, semburan FRB yang terdeteksi juga telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, bahkan para peneliti sekarang mampu mendeteksinya secara langsung. Kendati belum memiliki gambaran lengkap tentang FRB, namun wawasan kita semakin bertambah setiap kali ada sinyal baru dari luar angkasa yang terdeteksi.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan