kumparan
7 Jun 2017 16:20 WIB

Tes Darah Ini Dapat Mendeteksi Kanker Sebelum Gejalanya Muncul

Tes darah. (Foto: Wikimedia Commons)
Sampai saat ini, cara terbaik untuk mendeteksi kanker adalah dengan menggunakan metode biopsi. Biopsi dilakukan dengan cara memotong bagian kecil dari jaringan tumor untuk kemudian dianalisis di laboratorium.
ADVERTISEMENT
Meski masih dianggap sebagai cara terbaik hingga saat ini, metode biopsi memiliki sejumlah kekurangan, antara lain bersifat melukai atau invasif. Disebut melukai karena harus melakukan pemotongan bagian tumor pada tubuh terlebih dulu sehingga sering kali menyakitkan penderitanya.
Kelemahan lainnya, Anda perlu memiliki tumor atau setidaknya calon diduga tumor terlebih dulu jika ingin mendeteksi kanker melalui metode biopsi.
Tumor atau daging yang menonjol adalah gejala fisik yang tampak paling nyata terkait mengandung sel kanker dalam tubuh. Namun muncul dan berkembangnya sel kanker sebenarnya bisa saja telah terjadi bertahun-tahun sebelum tumor atau daging tumbuh itu muncul.
Itulah sebabnya para ilmuwan berupaya merancang sebuah tes darah yang dapat dilakukan untuk mendeteksi sel kanker tanpa harus melalui operasi sekaligus dapat mendeteksi secara lebih dini.
ADVERTISEMENT
Dilansir ScienceAlert, Selasa (6/6), cara diagnosis kanker melalui tes darah ini baru saja memberikan hasil yang menjanjikan dalam sebuah studi kelayakan tahap awal. Hasil studi yang menjanjikan ini dianggap telah membuka jalan untuk sebuah masa depan di mana kita dapat melakukan pemindaian kanker dengan tingkat akurasi tinggi melalui tes darah sederhana.
Cara pemindaian kanker melalui tes darah ini juga disebut sebagai metode ‘biopsi cair’. Mengutip Reuters, hasil penemuan ini telah dipresentasikan pada Sabtu (3/6) lalu dalam pertemuan American Society of Clinical Oncology (ASCO) di Chicago.
Hasil penelitian yang ditulis dalam paper berjudul “Performance of a high-intensity 508-gene circulating-tumor DNA (ctDNA) assay in patients with metastatic breast, lung, and prostate cancer” itu juga telah diterima untuk dipublikasikan dalam Journal of Clinical Oncology.
ADVERTISEMENT
“Ini adalah sebuah langkah awal yang penting. Kami menunjukkan apa yang kami sebut sebagai pekerjaan dengan pendekatan intensitas yang tinggi,” kata Dr. Pedram Razvi selaku peneliti utama dalam penelitian tersebut.
Razvi selama ini dikenal sebagai peneliti di Memorial Sloan Kettering Center, sebuah institusi penelitian dan pengobatan kanker yang bertempat di New York.
Tak semua orang punya sel kanker. (Foto: Thinkstock)
Cara menemukan kanker dalam darah menjadi suatu hal yang mungkin ketika Razvi dan para ilmuwan lainya memfokuskan pengamatan mereka pada fragmen-fragmen DNA yang diluruhkan oleh tumor ke dalam aliran darah. Fragmen-fragmen DNA ini disebut juga sebagai DNA tumor yang bersikulasi (ctDNA).
Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan berupaya menemukan metode terbaik untuk mendeteksi ctDNA ini dengan menggunakan sampel darah dari pasien-pasien yang telah didiagnosis mengidap kanker. Mereka menggunakan sampel darah dan jaringan dari tubuh 124 pasien kanker payudara metastatik, kanker paru-paru, dan kanker prostat stadium lanjut.
ADVERTISEMENT
Para peneliti itu mendeteksi 864 perubahan genetik pada ketiga jenis kanker tadi dalam sampel-sampel jaringan tersebut. Mereka rupanya juga menemukan 73 persen dari perubahan genetik itu dalam tes darah.
Secara keseluruhan, para peneliti itu menemukan sedikitnya satu mutasi baik pada jaringan tumor maupun darah dari 89 persen pasien. Khusus untuk pasien kanker payudara, kesuksesan penemuan mutasi itu mencapai 97 persen.
Meski menunjukkan hasil yang menjanjikan, masih banyak tahap penelitian lanjutan yang perlu dilakukan untuk menyempurnakan metode diagnosis kanker melalui tes darah ini.
Jika metode ini dapat diterapkan, ke depannya para medis dapat mendeteksi kanker dalam waktu bertahun-tahun lebih cepat dibanding dengan metode biopsi.
ADVERTISEMENT
Dengan demikian, pengobatan terhadap sel kanker yang ada di dalam tubuh manusia dapat dilakukan sedini mungkin sebelum kanker itu sempat menyebar ke seluruh tubuh.
Semoga ke depannya banyak penderita kanker yang bisa menerima pertolongan lebih dini melalui metode diagnosis ini, ya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·