kumparan
3 Apr 2018 11:57 WIB

Tidur Bantu Luka Sembuh Lebih Cepat

com-Selfie Tidur (Foto: Thinkstock)
Tidur tak hanya membuat tubuh kembali segar setelah seharian beraktivitas. Menurut penelitian terbaru dari AS, tidur juga bisa membuat luka sembuh lebih cepat.
ADVERTISEMENT
Dilansir Science News for Students, awalnya Tracey Smith, peneliti nutrisi di US Army Research Institute of Environmental Medicine, beserta timnya melakukan sebuah studi untuk melihat efek dari pemberian nutrisi terhadap penyembuhan luka.
Namun dalam studinya mereka menemukan bahwa luka dapat sembuh lebih cepat jika seseorang mendapatkan waktu tidur yang cukup.
Dalam studinya yang telah dipublikasikan di Journal of Applied Physiology ini, para peneliti melakukan eksperimen kepada tiga kelompok berbeda. Tiap kelompok dilukai bagian tangannya, tapi diberikan perlakuan yang berbeda.
Kelompok pertama yang memiliki anggota 16 orang, diberikan waktu tidur yang normal setiap malamnya. Sementara dua kelompok sisanya, yang masing-masing beranggotakan 20 orang, diberikan kesempatan tidur hanya dua jam selama tiga hari berturut-turut.
Kualitas Tidur Anak (Foto: Thinkstock)
Untuk tetap terjaga, dua kelompok tersebut diminta untuk melakukan aktivitas seperti jalan kaki, bermain video game, menonton TV atau bermain pingpong.
ADVERTISEMENT
Yang berbeda di antara dua kelompok tersebut hanyalah asupan nutrisi mereka.
Kelompok kedua mendapat asupan minuman berprotein serta vitamin lebih tinggi. Sementara kelompok ketiga diberikan minuman plasebo dengan rasa dan rupa yang sama tapi tanpa nutrisi lebih.
Dari hasil studi ditemukan, kelompok yang mendapat tidur normal bisa sembuh lebih cepat, yaitu dalam 4,2 hari. Sementara dua kelompok lainnya baru bisa sembuh dalam lima hari.
Dan ternyata, nutrisi tambahan yang diberikan juga tidak memberikan efek positif pada luka. Para peneliti menemukan, kelompok yang mendapat asupan suplemen memiliki reaksi imun yang lebih kuat terhadap luka. Namun hal itu tidak mempercepat penyembuhan luka.
Menurut Smith, hal ini karena kurangnya jumlah peserta eksperimen. Asupan nutrisi mungkin sedikit membantu penyembuhan luka, namun tak cukup terlihat di kelompok yang hanya beranggotakan 20 orang saja.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan