kumparan
7 Sep 2019 14:56 WIB

Tim Ilmuwan Penemu Gambar Black Hole Dapat Hadiah Rp 42,4 Miliar

Ini penampakan black hole pertama yang berhasil diabadikan umat manusia. Gambar ini diambil dengan bantuan delapan teleskop berbeda yang tersebar di seluruh dunia. Foto: Event Horizon Telescope (EHT)
Foto lubang hitam (black hole) pertama dalam sejarah manusia yang diambil memanfaatkan delapan jaringan teleskop yang diberi nama proyek Event Horizon Telescope (EHT), membawa tim penelitinya memenangkan hadiah uang sebesar 3 juta dolar AS, atau setara dengan Rp 42,4 miliar.
ADVERTISEMENT
Hadiah itu diberikan oleh Breakthrough Foundation, sebuah organisasi yang disponsori oleh para miliarder teknologi dan sains, termasuk miliarder Rusia Yuri Milner, dan Mark Zuckerberg sang pendiri Facebook.
“Tim EHT menerima kehormatan untuk gambar pertama dari lubang hitam supermasif, diambil dengan menggunakan teleskop terbesar di seluruh dunia,” ujar perwakilan penerima hadiah dalam sebuah pernyataan.
Mereka menambahkan, hadiah itu akan dibagikan secara merata kepada 347 ilmuwan yang terlibat dalam menulis enam makalah yang diterbitkan EHT pada 10 April 2019. Masing-masing peneliti akan mendapatkan uang sebesar 8.646 dolar AS atau setara dengan Rp 122 juta.
“Menerima hadiah adalah validasi luar biasa dari kerja keras, pengambilan risiko, kegagalan, kesuksesan, dan membangun tim ahli untuk tujuan ilmiah, yang berlangsung lebih dari satu dekade,” ujar Sheperd S. Doeleman, seorang astrofisikawan yang juga menjabat sebagai Direktur EHT, seperti dikutip dari Live Science.
ADVERTISEMENT
Pada April 2019, para peneliti EHT berhasil mengejutkan dunia dengan merilis sebuah gambar lubang hitam yang berada di galaksi M87. Black hole itu tampak seperti cincin bercahaya berwarna orange, mengelilingi sebuah objek gelap.
Untuk menghasilkan gambar yang menakjubkan itu, Doeleman dan ratusan ilmuwan lain menggunakan data dari delapan teleskop yang tersebar di beberapa negara. Mereka menciptakan “mata” seukuran Bumi untuk melihat galaksi di kluster virgo, yang berjarak sekitar 55 juta tahun cahaya dari bumi.
“Kami terbagi menjadi empat tim, masing-masing bekerja secara independen untuk menggambarkan data,” ujar Doeleman kepada Live Science.
Kemudian, ketika tim berkumpul pada Juli 2018, untuk membandingkan temuannya, mereka melihat bahwa semua tim menghasilkan gambar yang sama, menunjukkan sebuah citra siluet lubang hitam.
ADVERTISEMENT
“Kami kagum. Kami hampir tidak percaya. Tapi setelah berbulan-bulan kami analisis, kami yakin itu adalah cincin, menandai cahaya orbit yang mengelilingi lubang hitam. Dan kami merayakannya,” papar Doeleman.
Sekarang, para peneliti bertujuan untuk menambah jaringan teleskop EHT, dan meluncurkan antena radio ke luar angkasa untuk menangkap video dari black hole.
“Pindah dari gambar ke video lubang hitam akan memungkinkan tes gravitasi baru, dan memungkinkan kami untuk mempelajari secara rinci bagaimana lubang hitam menyerap gas yang masuk,” katanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan