kumparan
4 Mar 2019 12:19 WIB

Ucapan Warganet Atas Kepergian Pakde Rovicky sang Pendongeng Geologi

Rovicky Dwi Putrohari Foto: Rovicky Dwi Putrohari/Facebook
Kabar meninggalnya Rovicky Dwi Putrohari pada hari ini, Senin 4 Maret 2019, menimbulkan rasa kehilangan bagi banyak orang. Pasalnya, pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) periode 2011-2014 ini dikenal masyarakat luas sebagai geolog yang gemar berbagi pengetahuan geologi melalui blog “Dongeng Geologi”.
ADVERTISEMENT
Melalui blognya ini, Rovicky membagikan banyak tulisan, gambar, dan video berisi penjelasan mengenai berbagai fenomena geologi terkini di tanah air. Caranya menjelaskan dunia geologi ini dianggap mudah dicerna sehingga masyarakat awam bisa gampang memahaminya.
Rovicky Dwi Putrohari Foto: Rovicky Dwi Putrohari/Facebook
Banyak warganet di Indonesia memberikan ucapan selamat jalan kepada Rovicky. Mereka merasa kehilangan atas kepergian salah satu geolog terkemuka di Indonesia ini.
Mereka juga mengucapkan terima kasih atas ilmu dan pengetahuan mengenai geologi yang telah Rovicky bagikan melalui blog “Dongeng Geologi. Berikut beberapa ucapan warganet untuk Pakde Rovicky, sapaan akrab dari banyak orang untuk si ahli geologi.
Rovicky meninggal di usia 56 tahun di RSPI Pondok Indah, Jakarta. Lulusan S1 Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada dan lulusan S2 Geofisika Universitas Indonesia itu tutup usia pada Senin (4/3) pukul 02.05 WIB.
ADVERTISEMENT
Ketua IAGI saat ini, Sukmandaru Prihatmoko, mengabarkan jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Kebayoran Height KR A9/9, Bintaro Jaya, Sektor 7, Tangerang Selatan. "Dimakamkan nanti jam 13.00 di Tanah Kusir,” kata Daru, sapaan Sukmandaru, saat dihubungi kumparanSAINS, Senin (4/3).
Menurut Daru, sapaan Sukmandaru, sebelum meninggal Rovicky sempat mengalami masalah kesehatan di bagian usus halusnya dan sempat dioperasi sekitar 3 minggu lalu.
Selamat jalan, Pakde Rovicky! Semoga karya-karya dan ilmu telah Pakde Rovicky berikan bisa terus bermanfaat bagi banyak orang dan menjadi amal jariyah yang tiada putusnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan