kumparan
25 Jan 2018 17:59 WIB

Video: Monyet Kembar Pertama Hasil Kloning

Video
Zhong Zhong dan Hua Hua merupakan monyet kembar pertama yang 'lahir' dari hasil kloning. Mereka berdua lahir di Chinese Academy of Sciences, Institute of Neuroscience, Shanghai, China.
ADVERTISEMENT
Mereka tidak lahir di hari yang sama. Usia keduanya terpaut dua minggu. Mereka berdua lahir sekitar enam minggu dan delapan minggu lalu. Namun begitu mereka berdua memiliki genetik yang sama. Sebab mereka berdua memang dikloning secara bersamaan dari sel-sel dari jaringan induk yang sama.
Zhong Zhong dan Hua Hua bukanlah monyet pertama yang lahir dari hasil kloning. Sebelumnya sudah pernah ada monyet bernama Tetra yang lahir dari hasil kloning. Monyet itu lahir di Oregon, AS, pada 1999 lalu.
Namun begitu, Zhong Zhong dan Hua Hua telah mencatatkan rekor sebagai monyet kembar pertama hasil kloning. Tidak seperti Tetra yang hanya sendirian.
Selain itu, teknik yang digunakan untuk kloning monyet kembar itu berbeda dengan teknik yang digunakan pada monyet tahun 1999 lalu.
ADVERTISEMENT
Zhong Zhong dan Hua Hua lahir dari hasil teknik kloning yang bernama Somatic Cell Nucleus Transfer (SCNT). Teknik SCNT ini pertama kali berhasil dilakukan untuk kloning domba Dolly pada 1996. Tekni ini telah berhasil pula dilakukan untuk melahirkan sapi, babi, anjing, kucing, hingga tikus.
Namun begitu, untuk melahirkan kedua monyet kembar ini, tim peneliti di China harus memodifikasi teknik ini terlebih dulu. Ya, teknik SCNT pada domba Dolly tidak bisa diterapkan begitu saja secara sama persis untuk melahirkan.
Inilah yang menjadi perbedaan lain antara kelahiran Zhong Zhong dan Hua Hua, dan Tetra. Proses kloning dua monyet kembar yang kini berusia sekitar 7 minggu ini melibatkan tahapan-tahapan yang lebih kompleks.
Monyet kembar Zhong Zhong dan Hua Hua (Foto: Sun Qiang and Poo Muming/Chinese Academy of Sciences via AP)
Dengan berhasilnya proses kloning dua monyet kembar ini, apakah nantinya manusia juga bisa dikloning?
ADVERTISEMENT
Muming Poo, salah satu peneliti di Chinese Academy of Sciences yang terlibat dalam proses pengkloningan dua monyet kembar ini mengatakan, secara teori manusia juga bisa dikloning.
"Tembok pembatas untuk kloning spesises primata kini sudah dilampaui," kata Poo, dilansir Associated Press, Kamis (25/1).
Namun begitu, ia menjelaskan bahwa timnya tidak memiliki niat untuk kloning manusia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·