Pencarian populer

Wajah Firaun Perempuan Bermahkota Ular Tergambar di Artefak di Wales

Sosok firaun perempuan di sebuah artefak (Foto: Swansea University)

Artefak berupa dua lempengan batu kapur yang tersimpan sejak 1971 di Swansea University, Wales, kembali diperiksa. Pemeriksaan ulang dilakukan oleh dosen Egyptology (ilmu mengenai Mesir Kuno) di Swansea University, Ken Griffin.

Dari hasil penelusuran, ternyata artefak tersebut menyimpan rahasia yang selama ini belum terungkap. Menurut Griffin, lempengan tersebut memiliki gambar langka dari Hatshepsut, salah seorang firaun perempuan yang pernah berkuasa di Mesir.

"Saya sedang memilih artefak untuk bahan ajar dan saya melihat foto hitam putih dari ukiran ini yang menurut saya menarik. Dan ketika kami tahu apa itu, kami benar-benar terkejut," kata Griffin seperti dikutip dari BBC.

Ken Griffin dan artefak bergambar firaun perempuan (Foto: Swansea University)

Griffin berpendapat penemuan ini semakin menarik karena ia menemukan salah satu gambar firaun terkuat bersamaan dengan Hari Perempuan Internasional.

“Baru beberapa saat kemudian saya sadar, kalau hari itu adalah Hari Perempuan Internasional. Hatshepsut benar-benar tahu bagaimana cara memperlihatkan dirinya," ucap Griffin.

Dalam pernyataan resmi, Griffin menjelaskan sosok dalam gambar tersebut memakai uraeus, mahkota ular kobra yang merupakan ciri-ciri atau simbol yang menunjukkan ia seorang firaun.

Selain itu, tulisan hieroglif di atas kepala figur tertulis perempuan, jika diterjemahkan. Ini membuktikan sosok dalam gambar tersebut tidak hanya seorang firaun tetapi juga perempuan.

Sosok firaun perempuan di sebuah artefak (Foto: Swansea University)

Hanya ada lima firaun perempuan dalam sejarah Mesir Kuno, dan gaya serta bahan pada ukiran tersebut cocok dengan artefak lain yang ditemukan di kuil Hatshepsut di Deir el-Bahri, Mesir.

Uniknya, tidak ada yang tahu bagaimana artefak ini bisa berada di Wales dan tersimpan di sana selama hampir 50 tahun. Tak banyak informasi yang dijelaskan mengenai artefak ini sampai akhirnya artefak tersebut disimpan di Swansea University sejak 1971.

Saat ini, Griffin dan rekan Egyptology lainnya berusaha mencari tahu dari mana artefak ini berasal dan ditemukan di mana. Artefak ini nantinya akan dipamerkan di museum Egypt Centre di Swansea, Wales.

Hatshepsut adalah firaun yang berkuasa dari 1478 hingga 1458 Sebelum Masehi. Masa pemerintahannya adalah salah satu masa di mana rakyat Mesir mencapai kedamaian dan kesejahteraan.

Sosok firaun perempuan di sebuah artefak (Foto: Swansea University)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23