Pencarian populer

Zalzala Koh, Gunung yang Tercipta Akibat Gempa, Kini Menghilang

Zalzala Koh. Foto: Pakistan National Institute of Oceanography

Memang tak ada yang abadi di dunia ini. Kendati kita menganggap tanah yang kita pijak sebagai bagian dari bentang alam yang abadi, keberadaan pulau-pulau di lepas pantai seringkali menceritakan kisah yang berbeda.

Contohnya adalah Zalzala Koh, daratan berumur pendek di lepas pantai Pakistan, yang hanya terlihat kurang dari satu dekade. Mulanya, Zalzala Koh bahkan lebih dari sekadar pulau. Zalzala Koh merupakan gunung yang terlahir pada 2013 saat gempa berkekuatan 7,7 magnitudo menewaskan lebih dari 800 orang dan merobohkan sekitar 21.000 rumah.

Zalzala Koh, yang dalam bahasa Urdu berarti "Gunung Gempa Bumi", terletak sekitar 110 meter dari pesisir Pakistan, dengan tinggi awal hampir 20 meter di atas permukaan laut, panjang mencapai lebih dari 150 meter, dan lebar lebih dari 180 meter. Gunung ini muncul tepat setelah gempa mereda. Kemunculannya dimulai oleh singkapan lumpur dan batu yang menjorok dari perairan Teluk Gwadar.

Zalzala Koh pada 26 September 2013. Foto: NASA/Earth Observing-1 Satellite

Pada umumnya, gunung lumpur terbentuk ketika gas berlumpur merembes melalui patahan dan celah Bumi, ukuran lazimnya cenderung lebih kecil, seringkali berdiri hanya setinggi satu atau dua meter. Akan tetapi, variasi gunung lumpur di sepanjang garis pantai Pakistan justru cenderung besar-besar. Hal ini didorong oleh tabrakan lempeng tektonik Arab dan Eurasia.

Ketika Lempeng Arab perlahan-lahan tenggelam di bawah Lempeng Eurasia atau disebut dengan fenomena subduksi, sedimen tanah liat yang lunak mulai menumpuk di tepi lempeng Eurasia. Tumpukan ini kemudian menyebabkan air dan gas terperangkap bersama dan menekan batu secara berbarengan.

"Sebuah gunung lumpur terbentuk ketika tekanan fluida dari air atau gas yang berubah bentuknya oleh pengaruh gaya geser, menjadi cukup besar untuk memecah bebatuan di atasnya, sehingga membuat lumpur dan gas meletus ke permukaan," ujar Mark Tingay, ahli geologi dari University of Adelaide, kepada NASA Earth Observatory, sebagaimana dilansir Science Alert.

Karena komposisi lumpur dan batu yang lembek, formasi daratan seperti Zalzala Koh sangat rentan terhadap erosi. Akibatnya, proses pengikisannya jadi berlangsung cepat. Hal ini sudah terlihat jelas dalam beberapa bulan sejak kelahirannya.

Zalzala Koh dari waktu ke waktu. Foto: NASA/Earth Observing-1 Satellite

Lalu, pada akhir 2016, penduduk lokal melaporkan bahwa gunung lumpur ini telah menghilang dari pandangan mereka, tepatnya pada saat air pasang. Pada November 2016 hasil citra satelit milik NASA, yakni Landsat 8, juga dengan jelas telah mengungkapkan bahwa gunung ini sudah mulai bersembunyi di bawah permukaan air.

Hingga kemudian pada 27 April 2019, Zalzala Koh telah tertelan sepenuhnya oleh laut. Kini ia hanya menunjukkan sedikit keberadaannya yang samar-samar di bawah air.

Apakah Zalzala Koh telah benar-benar musnah? Belum tentu. Sebab, pulau-pulau lain yang diidentifikasi sebagai daratan lumpur hasil gempa bumi telah muncul kembali di wilayah tersebut setelah sebelumnya dinyatakan hilang. Pulau Malan, misalnya, setidaknya sempat muncul kembali dua kali setelah sempat menghilang.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.54