Pencarian populer

15 Meter Krusial Pengantar Emas bagi Jendi Pangabean

Jendi meraih prestasi dan menggapai mimpi. (Foto: Nova Wahyudi/Antara)
Lagu kebangsaan 'Indonesia Raya' untuk kedua kalinya berkumandang di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Kamis (11/10/2018). Kali ini, Jendi Pangabean-lah yang membuatnya terwujud.
ADVERTISEMENT
Bertanding di nomor andalannya yakni 100 meter gaya punggung putra S9, Jendi sukses merengkuh emas pertamanya di Asian Para Games 2018 usai finis tercepat dalam waktu 1 menit 7,45 detik.
Jendi unggul 1,14 detik atas Luo Qingquan asal China yang mendapat perak dengan torehan waktu 1 menit 8,59 detik. Di tempat ketiga, ada perenang Korea Selatan, Kwon Yonghwa, yang finis 1 menit 11,12 detik.
Usai dikalungi medali dalam seremoni kemenangannya, Jendi mengaku sedikit gugup karena tampil di hadapan ribuan suporter yang hadir di venue. Meski begitu, ia masih sukses menutup laganya dengan hasil terbaik.
"Rasanya ingin cepat-cepat menyudahi pertandingan, tapi bersyukur target tercapai yakni meraih emas. Besok saya masih bermain di nomor 100 meter gaya kupu-kupu dan 50 meter gaya bebas," kata Jendi kepada wartawan.
ADVERTISEMENT
"Target untuk dua nomor itu tidak ada, dari pelatih hanya ditargetkan emas di nomor 100 meter gaya punggung. Yang pasti besok saya minta dukungannya lagi di hari terakhir cabang olahraga akuatik," imbuhnya.
Soal bonus Rp 1,5 miliar dari kepingan emasnya, juga Rp 250 juta dari perunggu yang didapatnya di nomor 100 meter gaya bebas Asian Para Games edisi ke-3 ini, Jendi enggan berandai-andai terlalu dini.
Atlet asal Muara Enim, Palembang, itu hanya menambahkan bahwa dirinya bangga bisa dikalungi medali emas oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, yang hadir di Stadion Akuatik.
Terpisah, kepala pelatih para renang Indonesia, Dimin, mengatakan bahwa 15 meter terakhir dari 100 meter perjuangan yang harus ditempuh Jendi saat bertanding adalah momen krusial. Di situlah letak strategi Jendi.
ADVERTISEMENT
Atlet renang Indonesia Jendi Pangabean. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
"Itu bagian dari taktik, harus sprint di 15 meter terakhir. Tadi pun cukup bagus, lawannya mengejar, tapi Jendi tidak terbawa (emosi)," ungkap Dimin saat ditemui di Stadion Akuatik.
"Kalau benar, peluang bisa nambah 2 detik lebih cepat. Tidak bisa kalau terlalu pelan, habis-habisan di final (15 meter) karena sudah terlambat. Terlalu cepat di awal juga malah menguras energi," katanya menambahkan.
Meski emas direngkuh Jendi di nomor 100 meter gaya punggung di Asian Para Games 2018 yang pertama kali berlangsung di Indonesia, rekor atlet kelahiran 10 Juni 1991 itu masih belum berganti.
Rekor pribadi Jendi di nomor andalannya itu dikukuhkan di ASEAN Para Games 2017 Malaysia, dalam waktu 1 menit 6,42 detik. Pun kala itu, emaslah yang dipersembahkan Jendi bagi 'Merah-Putih'.
ADVERTISEMENT
Masih membuktikan kejayaannya di nomor 100 meter gaya punggung S9, Jendi juga pernah menyegel emas pada 7-10 Juni lalu kala mengikuti IDM Berlin World Para Swimming Championships.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86