Pencarian populer

50 Tahun Perjalanan Emas PB Djarum, Apa Langkah Selanjutnya?

Victor Rachmat Hartono, President Director Djarum Foundation, dalam acara HUT PB Djarum ke-50 di GOR Djarum, Kudus, Minggu (28/4) Foto: Dok. Istimewa

Suasana riuh menyelimuti GOR Djarum, Jati, Kudus di Jawa Tengah pada Minggu (28/4/2019). Di lapangan yang disulap menjadi panggung megah, ratusan tamu datang untuk menghadiri perayaan HUT PB Djarum ke-50.

Acara dibuka dengan sambutan Victor Rachmat Hartono, President Director Djarum Foundation. Menyapa tamu undangan yang terdiri dari mantan pengurus, pelatih, hingga para bintang PB Djarum, Victor berterima kasih atas kepercayaan kepada klub yang didirikan oleh Robert Budi Hartono, yang tak lain adalah ayahnya.

"Tahun 1969 mulai klub ini karena ayah saya suka bulu tangkis, tapi bakat kurang. Tapi merasa bisa sebagai pengurus. Sampai 50 tahun ini tidak pernah berhenti menyumbang atlet generasi demi generasi dan memenangkan turnamen untuk mengharumkan negara. Itu tujuan PB Djarum didirikan, untuk menyatukan seluruh bangsa Indonesia," kata Victor di atas panggung.

Meski tak diiringi seremoni tiup lilin dan potong kue, Victor tetap mengutarakan harapannya bagi PB Djarum. Ke depan, klub yang berdiri pada 1969 ini ditargetkan bisa melampaui catatan emas klub Ibu Kota, Jaya Raya Jakarta.

"Harapannya (PB Djarum) setiap Olimpiade dapat medali. Rekor terdekat dekati Jaya Raya di medali, mereka tiga medali emas Olimpiade, kami dua. Kejuaraan Nasional juga Jaya Raya enam (gelar), kami empat. Tapi kalau All England kami sudah menang jauh," kata Victor.

Setelah itu, acara bertajuk 'Perjalanan Emas PB Djarum' ini berlanjut dengan sesi penayangan video, hiburan tari-tarian dari atlet muda PB Djarum, hingga sesi diskusi singkat dari berbagai tokoh penting PB Djarum, termasuk Yoppy Rosimin, Christian Hadinata, hingga mantan atlet Liliyana Natsir alias Butet.

Masih berkaitan soal perjalanan setengah abad klub, Yoppy selaku Program Director Djarum Foundation juga menegaskan pentingnya ekosistem guna menyokong perkembangan bulu tangkis nasional.

"PB Djarum memulai dari Kudus, lalu membina klub, Kejuaraan Kabupaten, Kejuaraan Kota. Kami juga adakan Sirkuit Nasional di 8 kota, yang waktu demi waktu jadi barometer turnamen di Indonesia," tutur Yoppy.

"Kami juga tak lupa isi fondasi piramida yang akan kami bangun yakni kaderisasi lewat audisi umum. Selain cari bibit, kami juga memastikan nyala api pemain usia dini tetap menyala untuk berlatih, bertanding, dan menunjukkan potensinya hingga lanjut ke turnamen internasional seperti Indonesia Open. Itu persembahan dari PB Djarum soal ekosistem yang diharapkan," ujarnya.

28 atlet legenda PB Djarum mendapat apresiasi dalam perayaan HUT PB Djarum ke-50 di GOR Djarum, Kudus, Minggu (28/4). Foto: Dok. Istimewa

Acara HUT PB Djarum ke-50 pun berlanjut hingga larut malam. Dari sesi hiburan yang diisi oleh penampilan Tontowi Ahmad, acara bergulir ke puncak sesi di mana 22 tokoh bulu tangkis di antaranya Darius Pongoh (diwakili Lius Pongoh), Thomas Budi Santoso, FX Supanji, hingga Haryanto Arbi.

Selain 22 tokoh penting klub, 28 atlet legendaris PB Djarum yang masuk dalam daftar 'Hall of Fame' klub ikut mendapat apresiasi, di antaranya ada Christian Hadinata, Hendrawan, Liliyana Natsir, hingga Debby Susanto (diwakili Vita Marissa).

Perayaan HUT PB Djarum ke-50 ini kemudian ditutup dengan empat lagu persembahan dari Sammy Simorangkir-- yang tak lupa ikut menyuarakan kebanggaannya atas prestasi para atlet tepak bulu bagi Tanah Air.

Hall of Fame PB Djarum Kudus. Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.53