Pencarian populer

Alex Rins, Suksesor Kevin Schwantz di Suzuki?

Penampilan Alex Rins dan Tim Suzuki Ecstar di GP Amerika Serikat 2019. Foto: Dok. Suzuki Racing

".. Suzuki kembali ke eranya bersama Schwantz," ucap Carlo Pernat, pengamat MotoGP.

Yang dimaksud adalah Kevin Schwantz, pebalap asal Houston, Texas, Amerika Serikat, yang dulu aktif di kelas 500cc --level tertinggi sebelum kelas MotoGP lahir. Melaju selama 10 tahun pada 1986 hingga 1995, masa kejayaannya adalah musim 1990-1994.

Medio tersebut, Schwantz sukses merengkuh gelar juara dunia pada 1993 bersama Tim Lucky Strike Suzuki dan RGV500 nomor 34, kuda besi andalannya.

Kevin Schwantz sangat lekat dengan Suzuki karena sepanjang melaju di lintasan balap, sang rider adalah 'one club man' alias hanya melaju untuk Suzuki, satu-satunya tim dalam kariernya.

Jadi, Kevin Schwantz adalah Suzuki, terlepas deretan bintang lain seperti Franco Uncini dan Kenny Roberts Jr. yang sukses persembahkan gelar bagi skuat Hamamatsu.

Dan kini, Alex Rins disebut Pernat sebagai suksesor Schwantz. Salah satu pemicunya adalah kemenangan Rins di Circuit of The Americas dalam gelaran GP Amerika Serikat 2019.

Tak hanya memenangi race pada Senin (15/4/2019) dini hari WIB usai kalahkan Valentino Rossi (Yamaha), Rins sekaligus menorehkan kemenangan pertamanya di MotoGP.

Catatan bersejarah bagi pebalap asal Spanyol yang lahir pada 8 Desember 1995 ini juga bukan hanya berlaku untuk dirinya sendiri.

Lewat Rins, Suzuki ikut menorehkan kemenangan pertama dalam kelas premier di Amerika Serikat --hasil yang bahkan belum pernah dicapai Schwantz yang merupakan rider asal Negeri Paman Sam.

Selain itu, Rins memuaskan dahaga Suzuki, yang kemenangan terakhir dipersembahkan Maverick Vinales di Sirkuit Silverstone, Inggris, pada 2016.

Menurut Pernat, Rins pun mampu mengimbangi kehebatan 'The Doctor' di Austin, yang terbukti masih menjadi yang terbaik di kalangan rider Yamaaha.

"Seharusnya itu bisa menjadi milik Rossi, tapi dia berhadapan dengan Rins yang begitu hebat. Rins memberikan langkah besar bagi tim yang tidak punya dana besar seperti Honda dan Yamaha," ucap Pernat seperti dikutip dari GPOne.

"Rins juga tampil hebat berkat pengalaman orang seperti Brivio (Davide Brivio, red). Jadi, ya, Suzuki kembali ke eranya bersama Schwantz, ketika race penting menjadi momentum (kesuksesan tim)," imbuhnya.

Eiits, jangan memandang kemenangan Alex Rins dengan sebelah mata. Terlepas dari jatuhnya Marc Marquez sang raja di Austin musim ini, penampilan Rins di Amerika Serikat dibekali catatan gemilang dari akhir musim 2018.

Alex Rins menang di GP Amerika Serikat 2019. Foto: Dok. Suzuki Racing

Pebalap berusia 23 tahun ini enam kali finis Top 5 sejak GP Misano hingga seri terakhir di Valencia, tiga di antaranya adalah podium.

Total, Rins menyegel lima podium sepanjang GP 2018 dan berhak mengamankan peringkat lima di klasemen akhir dengan 169 poin, mengalahkan rider utama Suzuki saat itu, Andrea Iannone, yang finis ke-10.

Berkat itu pun, Suzuki secara resmi menyebut Rins sebagai Kapten Tim, bukan kepada Iannone, bukan juga memberikannya saat Vinales masih bersama skuat Hamamatsu.

Jadi, dengan satu kemenangan di tangan, apakah Alex Rins segera mendapat momen emasnya musim ini? Hingga seri ketiga di Austin, Rins berada di posisi tiga klasemen sementara MotoGP 2019 dengan 49 poin.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Selasa,21/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.21