kumparan
25 Jul 2019 20:33 WIB

ASEAN School Games: Pemerintah Guyur Peraih Medali dengan Beasiswa

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (kiri) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) menghadiri Opening Ceremony Asean School Games 2019 di Holy Stadium, Semarang. Foto: Afiati Tsalitsati/kumparan
Pemerintah, melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), mengapresiasi kesuksesan kontingen Indonesia menjuarai ASEAN School Games 2019 di Semarang, Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
Pada multi-ajang olahraga bagi pelajar se-Asia Tenggara edisi ke-11 ini, Indonesia total mengumpulkan 102 medali dengan rincian 43 emas, 34 perak, dan 25 perunggu.
Tercatat, ini menjadi kali kedua Indonesia meraih predikat juara umum ASEAN School Games setelah menyabetnya untuk pertama kali pada edisi 2015 di Brunei Darussalam. Atas kesuksesan mengulang capaian tersebut, Menpora Imam Nahrawi pun memberi apresiasi tinggi kepada para atlet.
Selain ucapan selamat dan terima kasih, tentu saja, Imam mewakili pemerintah menyerahkan secara simbolik pemberian beasiswa bagi para atlet peraih medali emas, perak, dan perunggu.
Kemenpora, Imam Nahrawi, bersama para atlet Indonesia peraih beasiswa atas keberhasilan menyabet medali di ASEAN School Games 2019. Foto: Aditia Rizki Nugraha/kumparan
Bagi mereka peraih emas, nominalnya beasiswa pendidikan mencapai Rp 15 juta. Sementara, medali perak diganjar Rp 7,5 juta dan perunggu Rp 5 juta. Menurut Imam, anggaran yang disiapkan untuk memenuhi beasiswa tersebut menyentuh Rp 2,7 miliar.
ADVERTISEMENT
"Kami bangga sekali, ini modal penting untuk lebih semangat menapaki jenjang lebih tinggi dari ASEAN School Games. Presiden sudah berkomitmen, bukan memberi bonus melainkan memberikan beasiswa," kata Imam di Komplek Rumah Dinas Menteri, Jakarta, Kamis (25/7/2019) malam WIB.
"Total Rp 2,7 miliar diberikan. Tahun lalu hanya yang peraih emas mendapat beasiswa, sekarang semua peraih medali dapat. Sumber anggarannya dari APBN, dana sudah kami persiapkan karena memang ajang ini sudah dirancang sejak tahun lalu.
"Sebetulnya ini angka cukup kecil jika dibandingkan dengan prestasi mereka yang bisa meraih juara umum. Oleh karena itu, kami berikan beasiswa dan angkanya lebih tinggi daripada tahun sebelumnya. Ini penghargaan dari pemerintah atas prestasi gemilang atlet junior Indonesia," tuturnya menambahkan.
ADVERTISEMENT
Pesilat putra Indonesia Amirullah Karim (kanan) melakukan tendangan ke arah pesilat putra Laos Feng Vongphakdy (kiri), pada pertandingan final pencak silat putra kelas F 59-63 kg ASEAN Schools Games (ASG) 2019, di Rama Shinta Ballroom Patra Jasa Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/7). Foto: ANTARA FOTO/R. Rekotomo
Karena statusnya beasiswa, peruntukan normalnya tentu saja pendidikan. Begitulah yang dicanangkan Adith Rico selaku peraih medali emas di cabang atletik. Dia berencana menabung hasil bonus tersebut sebagai bekal pada masa mendatang.
"Tidak menyangka bisa mendapatkan emas, target awal cuma dapet medali saja. Senang sekali pastinya, ke depannya (beasiswa) ditabung dulu. Target terdekat saya selanjutnya persiapan untuk kejuaraan nasional di Pakansari (Bogor)," ucap siswa kelas 3 SMA 11 Semarang ini.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·