Pencarian populer

Asian Games: Sederet Kesulitan di Cabor Senam Atletik

Aksi Rifda Irfanaluthfi di Asian Games 2018. (Foto: ANTARA FOTO/INASGOC/Rakhmawaty La'lang)

Cabang olahraga (cabor) senam atletik kembali urung mendapatkan medali di ajang Asian Games 2018. Setelah kandas di nomor beregu putri, nomor meja lompat putri juga gagal sumbang medali.


Bertempat di Hall D JIExpo Kemayoran, Kamis (23/8/2018), cabor senam atletik kembali melangsungkan perlombaannya. Salah satu nomor yang melangsungkan laganya adalah nomor meja lompat putri. Di nomor ini, ada Rifda Irfanaluthfi yang menjadi wakil Indonesia.


Di nomor tersebut, Rifda menduduki posisi keempat dengan total poin 13.287, kalah dari atlet asal Korea Selatan, Seo Jeong-yeo, atlet asal Uzbekistan, Oksana Chusovitna, dan atlet asal Korea Utara, Rye Yong-pyon. Menyoal kekalahan ini, pelatih senam Indonesia, Eva Butar-Butar, mengemukakan pendapatnya.


“Saya sudah prediksi, kita kalah saat lompat. Tapi sekalipun tiga atas mereka itu jatuh, tetap mereka di atas Rifda. Yang harus kita tingkatkan adalah tingkat kesulitan. Sebenarnya Rifda punya kekuatan di aspek itu dan harus ditingkatkan kualitasnya, terutama di lompatan kedua,” ujar Eva saat diwawancarai seusai laga.


Melihat persaingan yang ada di cabor senam, Eva paham bahwa persaingan akan berjalan sulit bagi Indonesia. Butuh proses panjang juga bagi seorang atlet di Indonesia agar dapat menguasai sebuah teknik senam. Namun, di mata Eva, Rifda dapat menguasai teknik-teknik tersebut dengan cepat. Maka, dia yakin dalam waktu dekat, Rifda akan menorehkan prestasi.


“Rifda cepat belajar, setahun bisa kok. SEA Games tahun depan (SEA Games 2019) sudah bisa (men)dapatkan medali. Hasil urutan keempat sudah sesuai harapan, saya sendiri sudah tahu kekuatan lawan seperti apa,” ujar Eva.


Untuk Rifda sendiri, dia masih akan turun di nomor senam lantai besok, Jumat (24/8). Setelah gagal di senam lompat, Rifda akan memaksimalkan diri di nomor ini.

Rifda Irfanaluthfi di Asian Games 2018. (Foto: ANTARA FOTO/INASGOC/Rakhmawaty La'lang)

Eva mengaku sudah mempersiapkan gerakan yang berbeda. Tapi, dia juga ingin agar Rifda tetap menikmati pertandingan, karena senam lantai adalah sebuah pertunjukan. 


Mengamini keinginan pelatihnya, Rifda menyebut bahwa dia sudah siap untuk nomor senam lantai itu. Kekalahan di nomor meja lompat putri ini akan segera mereka lupakan. Koreksi dari pelatih mengenai body shape, juga rasa grogi yang acap menghampirinya ketika menunggu untuk dipanggil, akan segera dia lupakan.


“Besok untuk senam lantai, mudah-mudahan bisa diambil. Cita-cita tembus Olimpiade juga jadi harus lebih keras dan lebih semangat lagi. Besok doakan saja dapat medali, ya,” kata Rifda.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.35