Beda Nasib Tiga Gim Marcus/Kevin dan Fajar/Rian di Perempat Final
14 September 2018 20:22 WIB
0
0
Atlet bulutangkis Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto melawan Atlet bulutangkis Indonesia, Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya pada laga final ganda putraAtlet bulutangkis Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto melawan Atlet bulutangkis Indonesia, Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya pada laga final ganda putra di Asian games 2018, Jakarta, Selasa (28/8/2018). (Foto:Aditia Noviansyah/kumparan)
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Keduanya adalah finalis Asian Games 2018. Berbagi medali, satu mendapat emas dan satu harus puas dengan peraknya.
Belum genap satu bulan sejak final di nomor perorangan itu, Marcus/Kevin dan Fajar/Rian mengadu nasib di Jepang Terbuka. Nama pertama berusaha mempertahankan gelar, sementara Fajar/Rian tengah membuktikan diri.
Sayangnya, di babak perempatfinal, Jumat (14/9/2018), hanya Marcus/Kevin yang lolos ke semifinal. Fajar/Rian, sementara itu, takluk di hadapan Li Junhui/Liu Yuchen (China) setelah berjuang tiga gim.
Pun demikian 'Minions' --julukan Marcus/Kevin-- yang juga tampil tiga gim. Tapi nasib memang berbeda-beda.
Marcus/Kevin unggul jauh atas Maas/Tabeling di gim pertama, 11-2 di interval dan menutup dengan skor 21-10. Gim kedua, 'Minions' terlena dan masuk dalam tempo lawan.
"Lawan bermain lepas, pertahanan mereka bagus dan mereka lebih banyak variasi di servis," kata Marcus seperti dikutip dari laman resmi PBSI, Jumat (14/9).
"Kami sebetulnya sudah bermain cukup baik di game pertama, namun di game kedua kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Ini membuat lawan bisa mengembangkan permainan dan main lebih baik lagi," timpal Kevin.
Menjadi ganda nomor wahid dunia, Marcus/Kevin membuktikan kelasnya dan cepat memperbaiki kesalahan mereka.

Kevin dan Marcus, Podium, Asian Games, Bulu TangkisAtlet bulu tangkis asal Indonesia, Kevin dan Marcus, menjuarai cabang olahraga bulu tangkis ganda putra di ajang Asian Games 2018, Jakarta (28/08/2018) (Foto:Aditia Noviansyah/kumparan)

"Di game ketiga, kami mencoba bermain lebih fokus dan tidak mau lagi terbawa irama permainan lawan yang pelan. Kami berusaha mempercepat tempo permainan dan kembali ke pola permainan kami," pungkas Marcus.
Bagaimana menilik permainan tiga gim Fajar/Rian? Bedanya, ganda peringkat delapan dunia itu mencuri gim kedua dari Li/Liu. Sayangnya, gim ketiga tidak berakhir baik bagi Fajar/Rian.
Mereka sudah mengalahkan rival peraih titel Juara Dunia BWF 2018 itu di semifinal Asian Games 2018. Namun, kali ini di perempat final Jepang Terbuka, laga ditutup dengan kekalahan 20-22, 21-18, dan 14-21.
Musababnya, Fajar/Rian mengaku Li/Liu lebih mampu mengontrol permainan, meninggalkan skor Fajar/Rian yang tertinggal jauh.
"Sebetulnya di game ketiga itu lawan juga sudah 'habis', tapi mereka lebih bisa mengontrol, mereka mainnya aman, tidak buru-buru untuk menyerang. Sebaliknya kami terlalu ingin menyerang, malah kami disetir lawan, harusnya main aman saja kuat-kuatan juga," kata Fajar dalam keterangan resminya.

Marcus/Kevin (bukan cover)Marcus/Kevin di babak pertama Jepang Terbuka 2018. (Foto:Kazuhiro NOGI / AFP)

"Di game pertama memang sayang, harusnya tidak lepas, karena kami sudah unggul. Di game ketiga, betul kata Fajar, karena buru-buru menyerang, harusnya ditahan dulu pukuannya. Kami memang harus evaluasi soal poin-poin kritis," timpal Rian.
Tak bisa menyusul 'Minions' ke semifinal, Fajar/Rian berjanji akan berlatih lebih keras jelang turnamen berikutnya yakni China Terbuka 2018 yang dimulai 18 September mendatang.
"Enggak puas dengan hasil di turnamen ini. Kami harus banyak belajar lagi, latihannya harus lebih keras lagi," pungkas Rian.
Bagi Marcus/Kevin, sang penakluk gim ketiga di edisi kali ini, laga berikutnya melawan He Jiting/Tan Qiang (China) akan menjadi perebutan tiket ke final sekaligus usaha untuk mempertahankan gelar juara mereka di Jepang Terbuka tahun lalu.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab redaksi. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: