• 6

Berprestasi Tak Pernah Mengenal Kondisi

Berprestasi Tak Pernah Mengenal Kondisi


Keterbatasan tidak menghalangi seseorang untuk terus berprestasi. Nggak percaya? Kamu bisa lihat sendiri pembuktiannya pada diri atlet-atlet difabel di ASEAN Games 2017 dan Asian Para Games 2018 mendatang. Sama halnya dengan SEA Games, ASEAN Para Games diikuti oleh 11 negara yang ada di Asia Tenggara. Dan di ajang tersebut, Indonesia berhasil keluar sebagai juara umum dengan meraih 126 emas, 75 perak, dan 50 perunggu.
Keberhasilan tersebut pastinya diraih dengan kerja keras para atlet difabel kebanggaan tanah air. Dari ratusan atlet yang ada, kumparan (kumparan.com) akan mengulas beberapa atlet difabel yang telah berjuang di ASEAN Para Games 2017 lalu. Berikut ulasannya:
1. Guntur (Cabor Renang)

com-Guntur

com-Guntur (Foto: kaskus)
Guntur merupakan atlet kelahiran Balikpapan. Guntur lahir dengan kondisi fisik yang normal, tetapi karena kecelakaan kapal motor yang dideritanya saat menjadi seorang nelayan, Guntur rela kehilangan tangan kirinya. Tak mau berlarut dalam kesedihan, atlet ini pun melihat adanya peluang, karena dengan satu tangan kecepatan renangnya semakin lebih baik. Tekad kuatnya membuahkan hasil, atlet renang asal Balikpapan ini mampu menyapu bersih 5 pertandingan yang dia ikuti dengan mendapatkan 5 emas sekaligus. Ia sempat mencatatkan diri dalam waktu tercepat pada APG 2015 dengan waktu 1 menit 22.10 detik. Pada APG 2017, Guntur berhasil melewati rekor dirinya dengan catatan waktu 1 menit 20.53 detik. Ia meraihnya di nomor 100 meter gaya dada SB8.
2. Laura Aurelia Dinda (Cabor Renang)

com-Laura

com-Laura (Foto: kaskus)
Gadis cantik kelahiran Pekanbaru ini merupakan peraih medali emas pertama untuk Indonesia di APG 2017 Malaysia. Berbeda dengan Guntur yang tadinya merupakan nelayan, sejak awal Laura memang seorang atlet renang. Sayangnya, terjadi kecelakaan padanya saat ia terpeleset di kamar mandi yang menyebabkan tulangnya patah. Meskipun mimpi menjadi atlet renang hampir sirna, Laura beruntung kedua orang tuanya terus mendukungnya untuk menjadi atlet. Masa sulit saat ia baru mengalami patah tulang, sudah ia lewati. Sekarang Laura sudah mampu meraih medali emas Asean Para Games 2017. Laura berhasil membuat bangga orang tuanya dan negara. Ia berhasil mematahkan anggapan teman-temannya yang menganggap atau menyarankan untuk lebih baik behenti menjadi atlet. Laura Aurelia Dinda bisa membuktikan dirinya dengan prestasi.
3. Nur Jannah Kamsyah Kariem (Cabor Angkat Berat)

com-Nur Jannah

com-Nur Jannah (Foto: kaskus)
Atlet angkat berat Indonesia ini awalnya tidak memiliki target medali emas saat berangkat ke APG 2017, Malaysia. Ia hanya ditargetnya perunggu oleh pelatih tim angkat berat, Coni Ruswanta. Namun karena semangat yang tinggi, Nur Jannah berhasil mendapatkan medali emasi di angkat berat nomor 41 kilogram. Dengan hasil ini jelas ia berhasil mengejutkan sang pelatih dengan raihannya yang melebihi target awalnya.
4. Muhammad Bejita (Cabor Renang)

com-Bejita

com-Bejita (Foto: kaskus)
Cabor renang memang terus melahirkan bakat-bakat terbaik untuk tanah air. Kali ini ada Bejita yang merupakan remaja kelahiran 7 Oktober 2000. Memiliki masalah dengan kakinya, Bejita biasa ia dipanggil berhasil menyabet tiga medali emas di ajang Peparnas XV/2016. Ia juga berhasil memecahkan rekor di nomor 100 meter gaya punggung S14 putra di APG 2017. Bejita berhasil melampaui capaian waktu tercepat sebelumnya, Tan Eng Kiong perenang asal Singapura, dengan waktu 1 menit 12 detik. Sedangkan Bejita mampu meraih cacatan waktu 1 menit 08 detik.
5. Suparni Yati (Cabor Tolak Peluru)

com-Suparni

com-Suparni (Foto: kaskus)
Suparni Yati merupakan anak dari seorang penjual tempe asal Riau ini merupakan salah satu atlet tolak peluru asal Indonesia yang bertanding di ajang Asean Para Games. Dengan segala keterbatasan yang dimilikinya tidak membuat Suparni berkecil hati. Buktinya, ia berhasil memecahkan rekor dengan torehan lemparan 11,03 meter yang mengalahkan torehan terbaik sebelumnya yakni 10,71 meter yang diraih atlet asal Malaysia di Paralimpade London 2012. Hasilnya, Suparni berhasil menyabet medali emas sekaligus memecahkan rekor yang ada.
6. M. Fadli (Cabor Paracycling)

com-Fadli

com-Fadli (Foto: kaskus)
Buat kalian yang belum tahu, sosok atlet yang satu ini sudah tak asing di dunia balap motor. Tapi karena kecelakaan yang menimpanya di Supersport 600 cc di tahun 2015, Fadil pun kini beralih dan tergabung dalam tim Para Games Indonesia di cabang Paracycling.ASEAN Para Games ke-19 menjadi debut M. Fadli. Dia turun pada tiga nomor paracycling. Bapak satu anak itu mengawali dengan medali perunggu dari nomor sprint 1 km kategori C4 putra. Istimewanya, medali yang diraih Fadli di Velodrome Nasional Malaysia, Negeri Sembilan, merupakan medali pertama untuk Kontingen Indonesia. Bagi Fadli, medali itu juga menjadi koleksi perdana dia di ajang multievent.

com-Asian Para Games 2018

com-Asian Para Games 2018 (Foto: kaskus)
Terbukti kan keterbatasan tak menghalangi seseorang untuk menjadi apa yang ia inginkan. Nah, di Asian Para Games 2018, atlet difabel kebanggan Indonesia ini akan kembali bertanding untuk mengharum nama Indonesia.
Jadi, mari kita dukung dan #NyalakanSemangat atlet-atlet Indonesia untuk berlaga di pesta olahraga terbesar se-Asia!

SportsKemenporaAsian GamesDifabel

500

Baca Lainnya