kumparan
27 Jun 2019 16:40 WIB

Di IOC, Erick Thohir Bawa Semangat Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade

Pertunjukan kembang api saat pembukaan Asian Games 2018. Foto: Kumparan/ Helmi Afandi
Erick Thohir resmi menjadi anggota Komite Olimpiade Internasional atau International Olympic Committe (IOC) Members. Ia terpilih pada sidang IOC ke-134, 26 Juni 2019, di Lausanne, Swiss.
ADVERTISEMENT
Selain menjadi wakil pertama 'Merah-Putih' di IOC setelah Rita Subowo (mantan Ketua Komite Olimpiade Indonesia) 12 tahun silam, Erick juga membawa pesan Indonesia yang ingin menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.
Dalam keterangan resminya, sosok yang juga menjabat Central Board Member di FIBA (Federasi Basket Internasional) ini mengaku punya tanggung jawab morel untuk selalu menggelorakan gerakan dan semangat Olimpiade di Tanah Air.
Selain itu, Erick juga menilai kehadirannya sebagai salah satu dari 105 anggota IOC menjadi momen untuk terus meningkatkan prestasi dan eksistensi olahraga Indonesia di panggung internasional.
Hari terakhir sidang IOC ke-134 di Lausanne, Swiss, pada Rabu, 26 Juni 2019. Foto: Greg Martin/IOC
"Dalam konteks usaha kita untuk mencalonkan diri menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, adanya perwakilan perorangan di IOC merupakan hal positif," kata Erick.
ADVERTISEMENT
"Indonesia bisa terus meningkatkan hubungan baik dengan IOC dan negara-negara anggota lainnya untuk memajukan prestasi olahraga nasional dan menggelar banyak ajang olahraga internasional," imbuh mantan Presiden Inter Milan ini.
Erick pun berjanji akan terus berkampanye tentang Gerakan Olimpiade dan membina generasi muda dengan menyebarkan semangat persahabatan, solidaritas, dan fair play.
Erick Thohir terpilih menjadi salah satu dari 10 anggota baru IOC Members dalam sidang IOC ke-134 di Swiss, Rabu, (26/6). Foto: IOC/Greg Martin.
Sidang IOC ke-134 memilih 10 anggota baru IOC lewat Komisi Pemilihan Anggota IOC yang diketuai HRH The Princess Royal alias Putri Anne dari Inggris. Mereka memilih dengan mempertimbangkan beberapa kriteria, seperti keahlian medis, sosiologis, budaya, politik, bisnis, hukum dan juga manajemen olahraga. Tak hanya itu, faktor keseimbangan geografis dan gender juga diperhatikan.
Selain Erick, nama-nama lain yang menjadi anggota anyar IOC adalah Ntsama Merakit Celestine Odette Epse Engoulou (Kamerun), Spyros Capralos (Yunani), Laura Chinchilla (Kosta Rika), Matlohang Moiloa-Ramoqopo (Lesotho), Filomena Maria Spencer Africano Forte (Tanjung Verde), Tidjane Thiam (Pantai Gading), Narinder Dhruv Batra (Presiden Asosiasi Olimpiade India), Mustapha Berraf (Presiden ANOCA-Aljazair), dan Lee Kee Heung (Presiden Komite Olahraga & Olimpiade Korea).
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·