Pencarian populer

Di Tengah Rumor Trade dan Mood Buruk, Lakers Babak Belur

LeBron James tak berdaya di hadapan pemain-pemain Pacers. Foto: Reuters/Brian Spurlock

Semua ini adalah salah Anthony Davis. Well, walaupun secara tidak langsung.

Sejak Davis meminta di-trade oleh New Orleans Pelicans, nama Los Angeles Lakers dan Boston Celtics mencuat ke permukaan sebagai calon destinasi berikut The Brows. Lakers dan Celtics memang dua tim paling menjanjikan. Mereka memiliki sumber daya yang diperlukan untuk mendapatkan Davis via trade sekaligus bisa memberi masa depan yang lebih cerah bagi pebasket 25 tahun tersebut.

Belakangan, nama Celtics mulai jarang terdengar. Sebabnya, ada Rose Rule yang membuat Celtics tidak bisa mendapatkan Davis lewat trade pada musim ini. Keberadaan Kyrie Irving, yang juga didapatkan Celtics lewat trade, membuat Celtics terganjal Rose Rule tadi. Plus, ayah Davis sendiri sudah bilang bahwa dia tidak rida anaknya hijrah ke Boston, merujuk pada perlakukan Celtics terhadap Isaiah Thomas.

Maka, Lakers pun jadi yang terdepan. Apalagi, Lakers punya LeBron James yang kebetulan merupakan kawan karib agen Davis, Rich Paul. Namun, skenario ini bukannya tanpa masalah.

Untuk mendapatkan Davis, Lakers harus mengorbankan banyak pemainnya. Celakanya, pemain-pemain ini adalah pemain yang sepanjang musim jadi tumpuan Lakers. Per laporan Adrian Wojnarowski di ESPN, nama-nama yang ditawarkan Lakers ke Pelicans adalah Lonzo Ball, Brandon Ingram, dan Kyle Kuzma. Tawaran ini sendiri ditolak oleh Pelicans.

Meski begitu, suasana ruang ganti Lakers sudah telanjur memburuk. Ujung-ujungnya, itu semua berpengaruh pada performa para pemain di lapangan. Pertandingan menghadapi Indiana Pacers, Rabu (6/2/2019) pagi WIB, jadi contoh konkretnya. Pada laga yang digelar di Bankers Life Fieldhouse, Indianapolis, tersebut Lakers mengalami blowout dengan kekalahan 94-136.

Pertandingan itu adalah yang pertama bagi James sejak mengalami cedera pada Natal silam. Rekor Lakers tanpa James sangatlah buruk di mana mereka cuma menang 7 kali dari 19 pertandingan. Catatan kemenangan Lakers pun memburuk dan mereka terlempar dari zona playoff. Mereka bertolak ke Indianapolis dengan rekor 27-26 ditambah dengan mood yang buruk.

Buruknya mood di Lakers itu sangat terlihat dari cara mereka bertahan. Para pemain Pacers mudah sekali melakukan penetrasi ke paint area, entah lewat pick and roll maupun lewat cara-cara klasik. Tak cuma di paint area, pada dasarnya Lakers memberi kebebasan bagi tuan rumah untuk menembak sejadi-jadinya dari mana pun.

Di sisi lain, Lakers juga amat loyo saat menyerang. Lakers sangat mengandalkan mid-range shot dan tembakan di paint area tetapi mereka sendiri cukup kesulitan untuk melepaskan upaya. Total, sepanjang pertandingan, Lakers cuma menciptakan 75 upaya dengan persentase keberhasilan 47%. Bandingkan dengan Pacers yang melepaskan 99 tembakan dan sanggup mengonversi 56 (57%) di antaranya.

Pendek kata, Lakers tak berdaya. Mereka kalah segalanya, kecuali dari segi persentase keberhasilan tembakan bebas, defensive rebounds, dan turnover. James yang jadi pencetak poin terbanyak Lakers pun cuma bisa mengemas 18 angka, terpaut enam dari Bojan Bogdanovic yang menjadi topskorer pertandingan.

Situasi ini semakin diperparah dengan sambutan tak ramah publik Indianapolis terhadap Lakers. Para penonton di Fieldhouse tahu bahwa Lakers sedang goyah dan itu dijadikan senjata untuk menjatuhkan moral para pemain tim tamu. Contohnya, ketika Ingram melakukan lemparan bebas, para suporter Pacers bersorak, "LeBron akan men-trade dirimu!"

Bicara soal James, ini adalah kekalahan terburuk yang pernah dia derita sepanjang karier. Sayang sekali James harus mengalami ini pada hari di mana dia mencetak poin ke-32.000. Jumlah poin itu membuat James jadi pencetak poin terbanyak kelima dalam sejarah NBA.

Bagi Lakers sendiri, ini merupakan kali ke-11 mereka kalah dengan selisih 40 poin atau lebih. Tujuh dari 11 kekalahan itu mereka derita sejak 2014. Sementara itu, bagi Pacers, kemenangan ini adalah bukti bahwa mereka bisa sukses meski tanpa Victor Oladipo yang divonis absen sampai akhir musim.

Dengan hasil ini, Pacers memantapkan diri di zona playoff Wilayah Timur, tepatnya di urutan kelima. Sedangkan, Lakers masih terseok di urutan sepuluh klasemen Wilayah Barat. Setelah ini, anak-anak asuh Luke Walton ini masih akan melanjutkan 'tur horor' di Timur dengan bertamu ke markas Celtics dan Philadelphia 76ers.

Joel Embiid Gemilang tapi Tak Mampu Selamatkan Sixers

Di Wells Fargo Center, dua tim papan atas Wilayah Timur, tuan rumah Philadelphia 76ers dan Toronto Raptors, bertemu. Di akhir cerita, Sixers harus mengakui keunggulan Raptors dengan skor 107-119. Kemenangan Raptors ini tak bisa dipisahkan dari kelihaian mereka dalam bertahan dan menutup ruang.

Kawhi Leonard diadang Jimmy Butler. Foto: Reuters/Bill Streicher

Jika ada satu wilayah yang dikuasai Sixers dalam pertandingan itu, maka wilayah yang dimaksud adalah di sekitar ring. Di situlah Joel Embiid beraksi tanpa bisa dihentikan siapa pun. Embiid mengemas 37 angka dan jadi topskorer pertandingan, jauh mengungguli Kawhi Leonard di urutan dua.

Raptors tahu bahwa Embiid memang sulit diatasi. Maka, mereka membiarkan saja pemain asal Kamerun itu beraksi. Sebagai solusi, rekan-rekan Embiid-lah yang pergerakannya dibatasi.

Statistik menunjukkan bahwa Raptors mampu menciptakan 15 defensive rebound dan 12 steal serta memaksa Sixers membuat sampai 18 turnover. Taktik serangan balik ini berhasil karena dieksekusi secara kolektif di bawah pimpinan Leonard dan Serge Ibaka -- yang menorehkan double-double (20 poin & 10 rebound). Raptors pun akhirnya sukses menjadi pemenang.

Hasil ini tak mengubah posisi Raptors dan Sixers di klasemen. Raptors tetap di urutan dua dengan persentase 0,704 sementara Sixers yang punya persentase 0,642 ada di peringkat empat.

Berikut hasil lengkap NBA hari ini:

Charlotte Hornets 115-117 Los Angeles Clippers

Cleveland Cavaliers 96-103 Boston Celtics

Indiana Pacers 136-94 Los Angeles Lakers

New York Knicks 92-105 Detroit Pistons

Memphis Grizzlies 108-106 Minnesota Timberwolves

Oklahoma City Thunder 132-122 Orlando Magic

Philadelphia 76ers 107-119 Toronto Raptors

Portland Trail Blazers 108-118 Miami Heat

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.36