kumparan
4 Sep 2018 19:57 WIB

Diikuti 2.888 Atlet, Asian Para Games 2018 Catat Peserta Terbanyak

Fasilitas kamar atlet Asian Para Games. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Untuk ketiga kalinya, Asian Para Games digelar sebagai multievent terbesar se-Asia bagi para atlet difabel alias penyandang disabilitas. Kali ini, Asian Para Games 2018 di Indonesia juga mencetak rekor peserta terbanyak.
ADVERTISEMENT
Berlangsung mulai 6 hingga 13 Oktober mendatang, Asian Para Games 2018 diikuti 2.888 atlet dari National Paralympic Committee (NPC) 43 negara Asia, termasuk tuan rumah Indonesia.
Dalam edisi pertama di Guangzhou pada 2010, atlet yang bertanding sebanyak 2.405, sementara di Incheon pada 2014 ada 2458 atlet yang berebut medali. Hingga kini, Indonesia Asian Para Games 2018 Organizing Committee (INAPGOC) sendiri berusaha mencetak rekor baru, yakni sapu bersih kontingen peserta.
"Rekor peserta pecah di Asian Para Games 2018 di Jakarta. Kalau Palestina dan Yaman mengirimkan kontingen, bahkan NPC Asia yang hadir bisa mencapai 43 negara, artinya semua ikut. Belum pernah sebelumnya, kami masih terus berusaha (agar Palestina dan Yaman ikut)," kata Direktur Sport INAPGOC, Fanny Riawan, dalam acara Media Gathering di Solo, Selasa (4/9/2018).
ADVERTISEMENT
Countdown 100 hari jelang Asian Para Games. (Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan)
Adapun, dari 18 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan yakni panahan, boccia, para atletik, bulu tangkis, tenis kursi roda, catur, bola voli duduk, lawn ball, para angkat besi, para renang, para menembak, tempin bowling, tenis meja, judo, basket kursi roda, anggar kursi roda, dan bersepeda, total 568 emas yang diperebutkan.
Dari cabor tersebut, para atletik menjadi cabor terlaris dengan diikuti 714 atlet dari 39 negara. Menyusul cabor para renang yang diikuti 275 atlet dari 26 negara. Seluruh atlet dan ofisial sendiri, lanjut Fanny, akan tiba di Wisma Atlet Kemayoran pada Jumat, 1 Oktober 2018.
Nantinya, opening ceremony (upacara pembukaan) berlangsung Sabtu, 2 Oktober 2018, di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Lebih dulu ada torch relay (pawai obor), mulai besok (5/9) dari Api Abadi Mrapen di Grobogan hingga dimulai di DKI Jakarta pada 30 September.
ADVERTISEMENT
Terakhir, closing ceremony akan digelar di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Kamis (13/9). Di Asian Para Games 2014, Indonesia finis kesembilan dengan koleksi sembilan emas.
"Pertandingan menarik dan layak dinikmati. Para atlet meski ada keterbatasan, mereka punya kemampuan tak kalah dengan atlet normal, begitu juga daya juang untuk meraih prestasi," pungkas Fanny.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan