kumparan
9 Jun 2019 14:55 WIB

Dua Gelar Juara Beruntun untuk Jonatan Christie

Jonatan Christie lolos ke perempat final Malaysia Terbuka 2019. Foto: Dok. PBSI
Satu dekade berlalu sejak Dionysius Hayom Rumbaka merebut gelar juara di Australia Terbuka 2009. Setelah itu, tak pernah ada pebulu tangkis tunggal putra Tanah Air yang mengulangi kegemilangan Dionysius pada ajang serupa.
ADVERTISEMENT
Baru pada edisi 2019, Sang Saka Merah Putih bisa berkibar di tempat tertinggi berkat kesuksesan tunggal putra. Karena sektor sudah memastikan satu gelar setelah Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting menembus babak final, Minggu (9/6/2019) siang WIB.
Hasilnya, Jonatan keluar sebagai kampiun setelah memenangi laga puncak di Quaycentre, Sydney. Dia membukukan skor 21-17, 13-21, serta 21-14 dalam duel berdurasi 68 menit.
Bagi Jonatan, kesuksesan tersebut tak sekadar memutus dahaga gelar juara tunggal putra di Australia Terbuka. Pebulu tangkis 21 tahun ini sekaligus melanjutkan tren juaranya di turnamen Badminton World Federation (BWF).
Anthony Ginting bertanding melawan Viktor Axelsen (Denmark) di babak penyisihan grup Piala Sudirman 2019. Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan
Turnamen yang dilakoni Jonatan sebelum ini memang juga berakhir indah. Dia menjuarai Selandia Baru Terbuka pada awal Mei 2019 lalu, seusai menaklukkan Angus Ng Ka Long dengan skor 21-12 serta 21-13.
ADVERTISEMENT
Jonatan memang sempat menelan kekalahan dari Chou Tien Chen (Taiwan) pada fase grup Piala Sudirman 2019. Namun, turnamen itu merupakan ajang beregu. Dengan kata lain, Jonatan sukses menjuarai turnamen individu dua kali secara beruntun.
Dua gelar juara berturut-turut tentu sungguh berarti buat Jonatan. Pasalnya, dia sempat mengalami gelar juara BWF cukup lama. Sampai-sampai predikat spesialis multievent melekat dalam diri lulusan PB Djarum itu lantaran cuma pernah merengkuh medali emas SEA Games 2017 serta Asian Games 2018 sebelumnya.
Aksi tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie, di Malaysia Terbuka 2019. Foto: Dok. PBSI
Yang perlu diingat bahwa Selandia Baru Terbuka dan Australia Terbuka cuma masuk kategori BWF World Tour Super 300. Hanya 7.000 poin yang dikemas Jonatan dari setiap gelar juaranya.
So, Jonatan masih perlu membuktikan kualitasnya di turnamen lebih bergengsi yang menghadirkan pemain-pemain unggulan. Untuk mewujudkannya, Jonatan bisa menatap Indonesia Open yang masuk kategori BWF Super 1.000 pada Juli 2019. Ajang ini bakal berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, tempat di mana Jonatan merebut medali emas Asian Games tahun lalu.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan