Pencarian populer
Ducati Minta Petrucci Fokus untuk Menang dan Finis Top 5
Danilo Petrucci pebalap Pramac. (Foto: Mohd RASFAN / AFP)
Grand Prix (GP) 2019 akan menjadi musim yang sulit bagi Danilo Petrucci di Tim Ducati Corse. Pebalap asal Italia ini tampil di MotoGP bersama tim pabrikan untuk pertama kalinya sejak berkarier di kelas tertinggi balap motor pada 2012.
Apalagi, Petrucci menggantikan tempat pebalap kawakan yang juga pemilik tiga gelar juara dunia MotoGP, Jorge Lorenzo. Lorenzo sendiri memilih bergabung ke Tim Repsol Honda, juga sebagai kerja sama pertamanya dengan Honda sejak tampil di panggung MotoGP pada 2008.
Bagi Petrucci sendiri, posisi yang ditinggalkan Lorenzo tidak main-main. Selain berada di tim pabrikan Ducati, Petrucci setidaknya harus siap bersanding dengan rekan setim barunya, Andrea Dovizioso, runner-up GP 2018. Meski berstatus kompatriot, banyak yang menilai Petrucci akan tertekan menjadi rekan setim Dovizioso.
Namun, Sporting Director Ducati, Paolo Ciabatti, sudah mewanti-wanti agar Petrucci tidak ambil pusing terhadap sorotan yang sudah pasti akan diterimanya di Ducati Corse. Kepada Motorsport-Total, Ciabatti mengatakan tantangan sesungguhnya bagi Petrucci adalah untuk menang di balapan, sesuai target sang pebalap.
"Danilo harus mengatasi tekanan dan targetnya adalah menang pertama kali dan finis Top 5 di klasemen. Target Danilo bukan untuk mengungguli Dovizioso, tapi jika dia bisa melakukannya, akan sempurna. Namun, ini semua lebih menyoal bagaimana Danilo membangun kepercayaan dirinya dan membuktikan dia bisa lebih baik dari Dovizioso," ujar Ciabatti, Rabu (9/1/2019).

Danilo Petrucci di GP Prancis. (Foto: REUTERS/Gonzalo Fuentes)

Petrucci sendiri punya bekal mumpuni untuk unjuk gigi dalam satu tahun kontraknya di Ducati Corse. Dia sudah berkenalan dengan Desmosedici pabrikan yang digunakannya ketika berada di Pramac Ducati. Jika menang, maka Petrucci tak hanya mendapat pencapaian terbaik sepanjang karier tapi juga memperbesar kans perpanjang kontrak di Ducati Corse.
Soal itu, Ciabatti hanya berujar singkat dan berpesan kepada Petrucci untuk fokus terhadap targetnya sendiri. "Jika Anda punya dua pebalap kompetitif dalam satu tim, kemungkinan salah satunya fokus untuk mengalahkan sang rekan setim ketimbang fokus kepada target yang lebih besar untuk tim," katanya.
Sementara manajer Petrucci, Alberto Vergani, dengan tegas mengatakan Ducati akan mendapat keuntungan dengan bergabungnya Petrucci. "Sebuah tim yang membayar Anda dengan mahal berhak untuk menuntut prestasi. Danilo belum pernah menang Grand Prix, jika Danilo menang, uang akan kembali dengan sendirinya. Dia punya kemampuan untuk menang saat ini," ujar Vergani.
Musim lalu, Petrucci finis posisi delapan dengan perolehan 144 poin. Pebalap berusia 28 tahun ini menorehkan pencapaian terbaik sebagai runner-up di GP Prancis. Sementara musim 2017, Petrucci maksimal hanya mampu berdiri di podium kedua dan sama-sama berakhir di posisi delapan. Finis kedelapan di klasemen akhir pada 2017 dan 2018 itulah rapor terbaik Danilo Petrucci di MotoGP.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: