Pencarian populer

Ducati Putuskan Masa Depan Lorenzo Setelah GP Italia

Lorenzo bersama Desmosedici 2018. (Foto: MotoGP)

Karier balapan Jorge Lorenzo bersama Ducati Corse belum juga menemukan hasil mengesankan. Semenjak pindah dari Tim Movistar Yamaha pada musim lalu, Lorenzo tak jua mempersembahkan kemenangan untuk Ducati.

Pada musim perdananya, prestasi terbaik Lorenzo hanyalah podium kedua pada GP Malaysia. Sementara secara keseluruhan, pebalap berusia 32 tahun itu cuma tiga kali naik podium. Pada akhir musim, Lorenzo pun menempati posisi tujuh klasemen dengan koleksi 137 poin.

Perjalanan Lorenzo bersama Ducati yang semula dianggap bakal lebih baik di musim kedua nyatanya urung terlihat. Dari lima Grand Prix (GP) yang sudah terselenggara, Lorenzo belum sekali pun naik podium. Kini, pebalap berjuluk X-Fuera itu terjerembab di posisi 14 klasemen pebalap dengan koleksi 16 poin.

Finis di posisi enam pada GP Prancis pekan lalu sejatinya jadi bentuk peningkatan Lorenzo musim ini. Pasalnya, pada empat balapan sebelumnya Lorenzo tercatat dua kali crash dan dua kali finis di luar 10 besar. Namun, torehan ini tak jadi jaminan romansa Lorenzo bersama Ducati bakal bertahan lebih lama.

Usai GP Prancis dilangsungkan, Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti, menegaskan bahwa obrolan soal perpanjangan kontrak dengan Lorenzo bakal dilakukan setelah GP Italia di Sirkuit Mugello rampung.

Ciabbati menyebut jika Lorenzo gagal menunjukkan performa terbaik, kemudian tidak mampu memperlihatkan posisi yang pantas dia dapatkan, hubungan kerjasama Lorenzo dan Ducati akan selesai ketika musim 2018 rampung.

"Keputusan kami dengan Lorenzo dan manajemennya adalah menunggu hingga gelaran GP Mugello. Sebetulnya pada GP di Sepang musim lalu, penampilannya sangat menjanjikan. Kemudian ketika tes di Thailand semua berubah jadi masalah dan performanya naik-turun. Dia sangat kompetitif di Jerez, sayangnya kecelakaan terjadi yang merenggut podium darinya dan Andrea Dovizioso," kata Ciabbati seperti dilansir Crash.

Jorge Loenzo di paddock Ducati. (Foto: JAVIER SORIANO / AFP)

Naik-turunnya performa Lorenzo memang membuat Ducati dilema. Di satu sisi, Lorenzo dianggap sebagai pebalap dengan curiculum vittae mumpuni yang bisa berprestasi dengan Desmosedici GP18. Di lain sisi, beban uang yang dikeluarkan Ducati cukup besar untuk membayar gaji Lorenzo.

"Di MotoGP saat ini yang dihuni banyak pebalap cepat, Anda harus bisa tampil konsisten selama balapan. Jadi dengan keadaan sekarang, kami akan duduk bersama setelah tiga balapan pertama di Eropa. Dan kami akan lihat, apakah dia senang dengan motornya, apa dia sanggup bersaing meraih podium yang sebetulnya pantas didapatkan, dan tentu apakah dia bisa ada di posisi yang Ducati harapkan dari pebalap sekelas dia."

"Kemudian kami juga akan berbicara soal sisi keuangan yang juga sama pentingnya. Ini bukan hal utama, ini adalah hal kesekian dalam pembahasan karena jika chemistry (antara Ducati dan Lorenzo) tidak berjalan pada level yang diharapkan, yaitu untuk bertarung meraih kemenangan dan bertarung meraih podium, maka saya pikir bukan ide yang bagus untuk melanjutkan kerjasama ini," pungkas Ciabbati.

Seri MotoGP di Sirkuit Mugello sendiri bakal memulai rangkaiannya pada latihan bebas pertama, Jumat (1/6/2018). Balapan utamanya berlangsung pada, Minggu (3/6) pukul 19:00 malam WIB. Bagi Lorenzo, meraih hasil memuaskan (podium) akan menjadi modal positif untuk memulihkan kariernya dan memperpanjang kemungkinan bertahan di Ducati.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.33