kumparan
24 Agu 2018 20:26 WIB

Dukungan Penonton dan Keluarga Jadi Amunisi Anthony Sinisuka Ginting

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengembalikan ke arah lawannya pebulu tangkis tunggal putra Cina Shi Yuqi di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (22/8). (Foto: ANTARA FOTO/INASGOC/Nafielah Mahmudah.)
Seisi Istora Gelora Bung Karno (GBK) riuh ketika tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, memasuki arena pertandingan. Sorak-sorak penonton meneriakkan nama 'Ginting, Ginting', tak henti-hentinya terdengar.
ADVERTISEMENT
Begitu meriahnya sambutan yang diberikan kepada atlet berusia 21 tahun tersebut bukan tanpa alasan. Selain karena bermain di negeri sendiri, Anthony baru saja menjadi sorotan karena aksi heroiknya di final beregu putra Asian Games 2018, Rabu (22/8/2018) lalu.
Menghadapi Shi Yuqi, Anthony memberikan perlawanan sengit. Di gim pertama ia kalah, tapi berhasil merebut gim kedua sehingga memaksakan rubber gim. Namun, di gim ketiga fisiknya mulai bermasalah hingga puncaknya mengalami keram. Alhasil, ia mengundurkan diri ketika skor 21-22 —yang membuat Shi Yuqi jadi pemenangnya.
Anthony tak punya waktu banyak untuk beristirahat. Setelah membela Indonesia di nomor beregu, ia turun di nomor perorangan dan melakoni laga 32 besar, Jumat (24/8) ini. Anthony sukses merebut kemenangan dengan skor 21-9, 21-8 dari wakil Iran, Meharan Shahbazi.
ADVERTISEMENT
"Bermain di rumah sendiri, hal itu yang membuat saya ingin cepat-cepat pulih, agar bisa kembali bermain maksimal," katanya kepada wartawan di mixed zone Istora GBK.
"Pastinya senang bisa kembali bermain di Istora dan Asian Games sebagai tuan rumah. Kemarin sempat retired pas bermain sebenarnya sedih juga, karena 'kan sebenarnya poinnya tipis, ya. Jadi sedikit lagi, tinggal dua poin lagi bisa," ujarnya menambahkan.
Selain kehadiran penonton, Anthony juga menyebut ada suntikan semangat dari keluarga yang selama ini selalu mendukung setiap keputusannya. Seperti setelah cedera itu, kakak serta orang tuanya selalu hadir untuk menyokong dari belakang dengan dukungan moril.
Pebulu tangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting (Tengah) menahan cedera saat melawan pebulu tangkis tunggal putra Cina Cina Shi Yuqi, Rabu (22/8). (Foto: REUTERS/Beawiharta)
"Waktu (setelah perawatan di lapangan) itu, saya di ruang medis cukup lama, sekitar satu jam dan kakak menonton langsung. Kebetulan setelah saya selesai treatment di lapangan dibawa ke ruang medis, kakak boleh masuk ke ruangan. Dan mamah nitip bertanya, kondisi saya bagaimana."
ADVERTISEMENT
"Kalau orang tua sebenernya tidak ada dukungan yang aneh-aneh, harus ini atau itu. Mereka dukung apa yang saya lakukan, mereka berdua percaya penuh dengan apa yang saya lakukan, mereka tahu itu yang terbaik buat saya," ujar pria kelahiran Cimahi, Bandung, Jawa Barat, itu.
Kini, Anthony optimistis bisa segera kembali ke kondisi prima untuk menghadapi lawan selanjutnya di babak 16 besar, Kento Momota dari Jepang.
"Sekarang jaga pola makan dan istirahat, sama memulihkan kondisi, perlahan nanti juga kembali. Yang pasti tetap fokus dan optimistis," ucap Anthony.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan