kumparan
11 Feb 2018 17:55 WIB

Eko Yuli: Medali Emas di 'Test Event' Tak Bisa Jadi Patokan

Lifter putra Indonesia, Eko Yuli (tengah) (Foto: ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)
Eko Yuli Irawan tampil gemilang di ajang test event Asian Games 2018. Tampil di nomor 62 kg, atlet asal Bandar Lampung ini berhasil menyabet medali emas lewat total angkatan 295 kg: 135 kg snatch dan 160 clean & jerk.
ADVERTISEMENT
Bagi peraih perak Olimpiade Brasil 2016 ini, raihan emas yang dicapainya pada ajang kali ini sejatinya tak bisa dijadikan patokan di Asian Games 2018. Pasalnya, lawan yang dihadapinya yakni Jettarin Sriram asal Thailand bukan atlet yang nantinya akan berpartisipasi di ajang sesungguhnya.
"Kita semua tahu sebagian atlet yang datang ke sini untuk melakoni test event rata-rata atlet muda," ujar Eko usai pengalungan medali di Hall A2, JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (11/2/ 2018).
"Seperti lawan saya, usianya baru 19 tahun dan yang bisa ambil dari hasil ini adalah bagaimana saya mempersiapkan diri sebaik mungkin karena lawan yang sesungguhnya ada di ajang Asian Games," sambungnya.
Lifter 29 tahun ini juga bercerita bagaimana persiapannya jelang event yang tinggal hitungan bulan tersebut. Mulai dari mengatur pola makan, latihan serta istirahat yang cukup.
ADVERTISEMENT
Atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli iriawan. (Foto: MANAN VATSYAYANA / AFP)
Pasalnya, lanjut Eko Yuli, lawan sesungguhnya yang akan dihadapi terbilang berat yakni dari Vietnam. Akan tetapi, dirinya bisa bernapas lega setelah dua negara lain yang menjadi unggulan urung tampil pada Agustus mendatang.
"Kita sebenarnya diunggulakan karena Korea Utara itu, atlet mereka kena sanksi doping, dan China itu diskors cabang olah raganya untuk Asian Gemes," kata Eko.
"Ya walaupun tidak berpatok pada dua negara itu, tapi saya rasa peluang Indonesia ada di angka 50:50, Thailand dan Arab Saudi juga kuat dan sekarang bagaimana kami di tiap-tiap nomor bersiap saja," pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan