Pencarian populer

Fokus dan Kontrol Emosi Penting untuk Owi/Butet

Pebulu tangkis Indonesia Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir pada Turnamen Bulu Tangkis Blibli Indonesian Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (3/7). (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)

Di stadion sepak bola, suporter adalah pemain ke-12. Di lapangan bulu tangkis, gemuruh suporter pun selalu menjadi amunisi tambahan bagi para pebulu tangkis.

Di Indonesia Open 2018, hal itu pun berlaku bagi para pemain andalan Tanah Air. Sebagai tuan rumah, ribuan fans hadir mendukung jagoannya berlaga di venue kebanggaan yakni Istora Gelora Bung Karno, Senayan.

Namun, ganda campuran kawakan Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, tak ingin terlalu bergantung kepada dukungan suporter. Peraih emas Olimpiade 2016 itu menghindari perasaan jemawa dengan dukungan suporter di belakangnya.

"Pastinya kami tuan rumah dapat dukungan lebih dari keluarga dan suporter. Tahun lalu kami juara karena bisa mengontrol (emosi), keadaan dan fokus. Jangan sampai tahun ini kami lengah dengan hal non-teknis,” ucap Liliyana usai bertanding, Kamis (5/7/2018).

“Teknis, sih, pasti sudah tahu, ya. Tapi, mungkin pengaruh penonton atau ingin menunjukkan maksimal jadi terburu-buru. Tidak boleh, itu yang harus kami jaga fokusnya," imbuhnya.

Owi/Butet —sapaan akrab Tontowi/Liliyana— berhasil mengamankan tempat di perempat final usai menundukkan pasangan Jepang, Yugo Kobayashi/Misaki Matsutomo, dengan skor 23-21 dan 21-19.

Menyoal pertandingan di babak 16 besar itu, Butet merasa masih tidak puas karena kerap melakukan kesalahan sendiri. Sama seperti Butet, Owi pun mengaku masih sering ragu-ragu melakukan pukulan.

"Kami senang bisa lolos ke perempat final. Tapi jujur saya belum puas banyak kesalahan sendiri dan belum lepas mainnya. Banyak memberikan poin mudah ke lawan, kalau benar harusnya kami menang lebih cepat. Tadi keteteran dan poin sempat mepet, besok harus lebih baik dari hari ini," ucap Butet.

Pebulu tangkis Indonesia Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir pada Turnamen Bulu Tangkis Blibli Indonesian Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (3/7). (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)

"Saya sendiri mainnya dari awal sudah enak. Set (gim, red) pertengahan kepercayaan diri agak menurun, banyak salah sendiri. Musuh gampang dapat poin, semoga besok kami bisa bermain lebih baik," ujar Owi.

Di babak delapan besar, Owi/Butet bakal menantang pemenang laga Zhang Nan/Li Yinhui (China) vs Lee Chun Hei Reginald/Chau Hoi Wah (Hong Kong). Siapa pun lawannya, Butet berujar harus bisa menjaga fokusnya.

"Zhang Nan sudah sering ketemu. (Untuk) head to head memang kami unggul (3-0), tapi saya tidak mau lihat itu. Kami tuan rumah ingin kasih terbaik, tapi jangan jadi bumerang, jangan berlebihan. Fokus jangan sampai hilang," pungkas Butet.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: