kumparan
4 Sep 2019 18:40 WIB

Fokus ke Kejuaraan Dunia Atletik, Zohri Absen di SEA Games

Lalu Muhammad Zohri. Foto: AFP PHOTO / Demy Sanjaya
Tidak akan ada nama Lalu Muhammad Zohri dalam skuat sprinter Indonesia pada SEA Games 2019 di Filipina, 30 November-11 Desember. Atlet berusia 19 tahun tersebut dialihkan untuk fokus ke ajang lain.
ADVERTISEMENT
Hal ini dipastikan oleh pelatih sprinter Indonesia, Eni Nuraini, yang menyebut bahwa Zohri akan mengikuti Kejuaraan Dunia Atletik 2019 di Doha, Qatar, pada 27 September hingga 6 Oktober mendatang.
Dengan jeda waktu cukup singkat dari Kejuaraan Dunia ke SEA Games, Eni pun mengambil keputusan penting. Keputusan tersebut ia ambil untuk menghindarkan Zohri dari kemungkinan terburuk seperti cedera.
"Mungkin kita harus lihat juga, di September nanti ada Kejuaraan Dunia, di sana dia harus maksimal. Dengan jeda waktu sekitar 1,5 bulan, kalau kita paksakan juga takutnya bahaya untuk Zohri," kata Eni saat ditemui di Stadion Madya Komplek GBK, Jakarta, Rabu (4/9/2019).
Peraih medali emas Kejuaraan Dunia Atletik U-20 2018 itu memang sempat dibekap cedera lutut kiri beberapa waktu ke belakang sehingga membuatnya absen di ajang Asian Grand Prix di Chongqing, China, 4-7 Juni 2019.
ADVERTISEMENT
Zohri disebut Eni mafhum dengan keputusan yang diambil dan berkomitmen untuk tampil maksimal. Sosok asal Lombok itu datang ke Kejuaraan Dunia sebagai satu-satunya wakil Indonesia. Meski begitu, Zohri tak merasa gugup.
Zohri juga tak mendapatkan target muluk pada Kejuaraan Dunia level senior perdananya. Eni berharap, Zohri bisa mempertahankan waktu yang didapatkannya pada ajang Seiko Golden Grand Prix Osaka 2019.
Pelari Indonesia, Lalu Muhammad Zohri. Foto: Lehtikuva/Kalle Parkkinen via REUTERS
Pada babak final, ia finis ketiga dengan catatan waktu 10,03 detik di belakang pelari Amerika Serikat, Justin Gatlin, dengan waktu 10.00 detik dan pelari tuan rumah Jepang Yoshinide Kiryu di urutan kedua dengan 10,01 detik.
"Dia mengerti apa yang kami maksud, mengapa keputusannya begitu (tidak turun di SEA Games). Sejauh ini dia mengerti dan menerima, dia juga tetap semangat latihan, tidak mempengaruhi fokusnya," kata Eni.
ADVERTISEMENT
"Saya kira, persiapan dia sudah bagus, dia di Osaka juga sudah ketemu pelari-pelari henbat, dia tidak akan terlalu kaget. Pola pikir dia bagus: 'Saya ketemu mereka, saya akan berusaha semaksimal mungkin'. Tidak ada rasa takut."
"Dia sudah siap. Kami tidak menargetkan harus lebih bagus dari kejuaraan yang lain. Kalau kami genjot (dengan memasang target) lebih bagus, takutnya dia cedera. Dia harus usaha maksimal dulu, kalau bisa mempertahankan (catatan) yang kemarin (di Osaka)," pungkas Eni.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan