Pencarian populer

Fokus Timnas Basket Mendua: SEA Games dan Kualifikasi FIBA Asia Cup

Timnas Basket Indonesia di Asian Games 2018. Foto: ANTARA/INASGOC/Rocky Padila

Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) menghadapi dua turnamen penting di akhir musim 2019: multiajang terbesar se-Asia Tenggara alias SEA Games dan kualifikasi Asia jelang FIBA Asia Cup 2021.

Strategi sudah disiapkan untuk dua ajang tersebut. Untuk SEA Games Filipina yang berlangsung pada 30 November-11 Desember, Perbasi menaturalisasi Maxie Esho untuk memperkuat Timnas Basket Indonesia. Pebasket berdarah Amerika Serikat ini telah membuktikan kualitasnya dengan membawa CLS Knights keluar sebagai kampiun ASEAN Basketball League.

Menurut manajer Timnas Basket, Fareza Tamrella, Esho bakal hadir di Tanah Air mulai September mendatang. Sementara, 15 nama lain di pelatnas sudah menjalankan latihan perdana sejak awal Juni lalu.

"Tinggal proses naturalisasi. Sudah surat-menyurat, tinggal proses administrasi saja. Maxie lagi main di Liga Hong Kong, jadi September nanti baru join kami," ucap Fareza kepada wartawan, Senin (17/6/2019).

Maxie Esho melakukan dribel di laga CLS Knights Indonesia vs Singapore Slingers. Foto: Didik Hartono/Antara

"Butuh (hadir cepat), tetapi kebetulan Maxie sudah ada komitmen dengan klub lain. Jadi pihak mereka baru bisa bilang bergabung pada September," imbuhnya.

Perbasi juga harus mempersiapkan diri di kualifikasi jelang turnamen basket level Asia, FIBA Asia Cup 2021. Kualifikasi rencananya berlangsung sejak 25 November 2019.

Indonesia sendiri berada di Grup A bersama Thailand, Korea Selatan, dan Filipina --tuan rumah SEA Games 2019. Perbasi pun menegaskan fokus terhadap dua agenda penting, SEA Games dan kualifikasi tersebut.

Maka, karena jadwal kualifikasi FIBA Asia bersamaan dengan penyelenggaraan SEA Games ke-30 di Manila, Perbasi telah meminta FIBA untuk mengundur jadwal kualifikasi.

"Kebetulan Thailand, Filipina, dan Indonesia ikut SEA Games. Nah, tiga (negara) ini bikin surat ke FIBA agar kualifikasi tidak digelar. (Kualifikasi) sampai November 2020, jadi harapannya tahun ini dikosongkan, switch saja," kata Fareza.

Loading Instagram...

"Kalau pilih yang mana, keduanya sama penting. Satu buat kualifikasi Asia, satu SEA Games. Mungkin (opsi) akan main kualifikasi dulu, setelah itu berangkat ke Manila, dengan (syarat) harapan di game awal belum ketemu lawan yang berat," tuturnya.

Meski begitu, Fareza belum mendapatkan jadwal pertandingan basket di SEA Games 2019. Dan jika kualifikasi Asia tetap dimulai sesuai jadwal pada November nanti, maka Perbasi akan mengantisipasi dengan menyiapkan tim baru.

"Kalau ternyata (kualifikasi) tidak bisa (mundur), ya, harus main. Kami harus menyiapkan tim untuk itu. Kami punya 16 (orang) dan ada satu pemain pembinaan. Kami akan panggil 4 orang lagi," tutup Fareza.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.61