kumparan
3 Mei 2019 16:20 WIB

Gabung PB Djarum, Apa Kata Rionny Mainaky dan Herry IP?

Herry Iman Pierngadi, pelatih kepala ganda putra PBSI, ditemui di Pelatnas Cipayung. Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan
PB Djarum menerima anggota keluarga baru pada 1 Mei 2019. Tiga anggota baru klub bulu tangkis asal Kudus ini tidak main-main, yakni Liliyana Natsir, Herry Iman Pierngadi, dan Rionny Frederik Lambertus Mainaky.
ADVERTISEMENT
Dua nama terakhir dikenal publik sebagai pelatih skuat nasional di PBSI Cipayung. Khusus Rionny, adik dari Richard Mainaky ini baru pulang ke Tanah Air dan bergabung dengan PBSI pada 1 April 2019 setelah menuntaskan kontraknya di Tim Nasional Jepang.
Sementara bagi Herry IP, panggilan untuk Herry Iman Pierngadi, bertugas di PB Djarum adalah hal yang dinantinya lebih dari 10 tahun. Menurutnya, klub yang didirikan oleh Robert Budi Hartono pada 1969 ini punya sistem pembinaan terbaik.
"Pertimbangan begini, saya hidup di bulu tangkis, saya punya ilmu di bulu tangkis. Di samping saya bantu di PBSI, kenapa tidak bantu lagi di bawah nasional, yakni level klub? Kebetulan Djarum ini salah satu klub yang komitmen dengan bulu tangkisnya luar biasa," ucap Herry IP kepada kumparanSPORT saat ditemui di Pelatnas Cipayung, Jumat (3/5/2019).
ADVERTISEMENT
"Sebetulnya proses saya ke Djarum sudah lama, bukan tahun ini. Setelah keluar dari PB Tangkas, saya ingin masuk Djarum. Sejak saya jadi pemain juga ingin bergabung dengan Djarum, tapi masih tertunda. Baru direstuin memang 2019," kata pelatih ganda putra ini.
"Kenapa baru sekarang diterima, saya tidak tahu mengapa. Saya sudah ingin bergabung sekitar 10 tahun lalu, mereka suruh saya tunggu. Mungkin dengan penantian saya yang lama itu akhirnya diterima. Memang saya tidak pernah gabung klub lain setelah dari Tangkas," ujar Herry IP.
Adapun, Herry IP sendiri belum tahu tugasnya bersama skuat asal Kudus itu. Meski begitu, pelatih kelahiran 21 Agustus 1962 ini menegaskan bahwa tugasnya sehari-hari tetap bersama skuat nasional di Cipayung, Jakarta Timur.
ADVERTISEMENT
"Saya termasuknya karyawan Djarum Foundation bagian kepelatihan. Kalau diminta bantuan, misal saat ada audisi, itu saya bantu memilih pemain yang kecil-kecil. Utamanya tetap di pelatnas," tutupnya.
Nama besar dan perjalanan emas PB Djarum selama 50 tahun hingga 2019 ini pun menjadi magnet utama bagi Rionny Mainaky. Menurut pelatih kelahiran Ternate, 11 Agustus 1966 ini, ilmu yang dimilikinya akan bermanfaat bagi pembinaan usai dini.
"Sebetulnya masih di sana (Jepang, red) sudah di-chat, ya. Dapat chat mengatakan jika saya sudah tergabung di Djarum, tapi mulai bulan Mei," kata Rionny secara terpisah.
Pelatih tunggal putri PBSI, Rionny Mainaky, di Pelatnas Cipayung, Jumat (3/5). Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan
"Kalau saya pilih itu (Djarum), karena di situ mereka membina secara menyeluruh dari kecil. Kalau di sana muda-muda, jadi kalau untuk dasarnya bagus 'kan lebih enak (untuk Indonesia)," imbuh pelatih tunggal putri PBSI ini.
ADVERTISEMENT
Satu nama lagi, yakni Liliyana Natsir alias Butet, bergabung di PB Djarum sebagai technical adviser. Sebelumnya saat ditemui di acara HUT PB Djarum ke-50, Minggu (28/4), Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin berujar ketiganya sudah meminta bergabung dengan PB Djarum sejak lama.
"Rionny sudah bicara dengan kami sejak Desember 2018 dan Liliyana pada Januari 2019. Liliyana jadi technical adviser, Herry IP dan Rionny sebagai coach. Mereka adalah orang-orang berkualitas dan kami butuh mereka untuk semakin melambungkan prestasi PB Djarum," kata Yoppy.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan