Pencarian populer

Hafiz/Gloria dan Praveen/Melati Tembus Perempat Final

Pebulu tangkis Indonesia Hafiz Faizal dan Gloria Emanuelle Widjaja pada Turnamen Bulu Tangkis Blibli Indonesian Open 2018 di Istora Senayan. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Pertandingan babak kedua Hong Kong Terbuka 2018 yang dihelat pada Kamis (15/11/2018) membuahkan hasil yang gemilang bagi Indonesia. Dua ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktaviani, sanggup merebut tiket babak perempat final.
ADVERTISEMENT
Hafiz/Gloria menang 21-16, 14-21, 21-15 atas wakil tuan rumah, Tang Chun Man/Tse Ying Suet. Sementara, Praveen/Melati sanggup mengandaskan wakil Malaysia, Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai, 21-14, 21-16.
Bahkan sejak babak kedua, Hong Kong Terbuka tidak menjadi pertarungan yang mudah bagi Hafiz/Gloria. Buktinya, keunggulan 5-3 yang sudah mereka bukukan berhasil disamakan menjadi 7-7 oleh Tang/Tse.
Namun, ketidakstabilan permainan yang mendorong Tang/Tse melakukan kesalahan sendiri menjadi kawan yang berpihak bagi Hafiz/Gloria. Empat kesalahan beruntun wakil tuan rumah ini mengantarkan Hafiz/Gloria pada keunggulan 11/7 sebagai penutup interval pertama.
Persoalan paling kentara yang muncul dalam perlawanan Tang/Tse adalah saat mereka meladeni permainan netting Hafiz/Gloria. Kecenderungannya, eror terjadi dalam skema permainan ini. Hanya, bukan berarti permainan Tang/Tse mati sama sekali. Dalam ketertinggalan 7-12, jumping smash Tang yang menyasar ke area lapangan tengah terlambat diantisipasi oleh Gloria. sehingga satu angka melayang ke tangan Tang/Tse.
ADVERTISEMENT
Walau sempat tertinggal cukup jauh, Tang/Tse mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 15-16. Rangkaian smash yang dilesakkan oleh Tang menjadi senjata ampuh untuk mulai mencuri kendali permainan dari tangan Hafiz/Gloria.
Kabar baiknya, Hafiz/Gloria tetap sanggup menjaga jarak keunggulan. Keberhasilan lawan merengkuh satu poin tambahan dijawab keduanya dengan melepaskan serangan-serangan cepat yang tak hanya membuat lawan tak berkutik, tapi juga memancing kesalahan sendiri. Efektivitas permainan macam ini mengganjar Hafiz/Gloria dengan kemenangan 21-16 di gim pertama.
Sempat tertinggal 1-3 di awal gim kedua, Hafiz/Gloria ke,bali menjejal Tang/Tse dengan serangan-serangan cepat yang mengantarkan mereka pada poin penyama kedudukan. Ketimbang awal gim pertama, permulaan gim kedua berjalan lebih ketat. Kesalahan penempatan shuttlecock dan pembacaan arah pukulan menjadi bumerang yang menyerang balik Hafiz/Gloria dan membuat mereka tertinggal 6-9 dari pasangan Hong Kong ini.
ADVERTISEMENT
Dominasi serangan jelang interval gim kedua pun berubah. Bila awalnya Tang yang memegang kendali serangan timnya, kali ini Tse-lah yang menunjukkan taringnya lewat dropshot-droshot pendek yang tidak mampu diantisipasi oleh Hafiz/Gloria.
Alih-alih menyasar satu pemain tertentu, Tse lebih suka untuk memanfaatkan celah yang muncul dari posisi Hafiz dan Gloria. Model serangan ini memberikan hasil yang menjanjikan untuk Tang/Tse karena mereka berhasil menutup interval dengan keunggulan 11-6.
Usai interval, Hafiz/Gloria mulai mati kutu. Tanpa menggiring laga pada permainan reli panjang, Tang/Tse sanggup merengkuh keunggulan 13-6 dan bergeser ke 15-7. Walau sempat memberikan perlawanan, konsistensi Hafiz/Gloria dalam meredam serangan lawan tidak lebih baik dari lawannya itu. Sempat mempertipis ketertinggalan menjadi 14-18, Hafiz/Gloria tetap menuntaskan gim kedua dengan kekalahan 14-21.
ADVERTISEMENT
Reli panjang pertama di pertandingan ini akhirnya muncul saat Tang/Tse memimpin 2-0 di gim ketiga. Walau lawan yang mendominasi serangan, Hafiz/Gloria tetap bermain gigih dengan tetap mengejar shuttlecock hingga area-area sulit.
Kombinasi serangan Tang/Tse menunjukkan tuahnya di fragmen ini. Mendominasi reli dengan pukulan panjang menyilang, Tse yang kembali memegang kendali serangan melepaskan serangan menyentak berupa dropshot dari depan net. Arah serangan yang tak tertebak inilah yang pada akhirnya mengganjar Tang/Tse dengan keunggulan 3-0.
Sempat memimpin balik 5-4, Hafiz/Gloria kembali kehilangan poin sehingga tertinggal 5-7. Yang menjadi pembeda, keinginan untuk segera menutup interval dengan keunggulan membuat permainan Tang/Tse cenderung berantakan. Kesalahan sendiri berupa pukulan yang melebar ataupun akurasi penempatan shuttlecock membuat mereka berkali-kali kehilangan angka. Inkonsistensi seperti inilah yang juga mengambil bagian dalam keberhasilan Hafiz/Gloria menuntaskan interval dengan keunggulan tipis 11-10.
ADVERTISEMENT
Seusai interval, Hafiz/Gloria mulai mendapatkan ritme permainan yang lebih stabil. Keduanya lebih berani mengambil inisiatif serangan dengan melepaskan smash bertubi-tubi kepada lawan. Cara ini memberikan hasil yang menggembirakan karena membawa Hafiz/Gloria pada keunggulan, mulai dari 13-11, 15-12, hingga 18-14. Match point 20-15 yang didapat Hafiz/Gloria karena Tang/Tse gagal menerima servis berhasil dikonversi menjadi kemenangan 21-15 di gim pamungkas yang juga berarti raihan tiket perempat final.
Keberhasilan Hafiz/Gloria disempurnakan oleh kemenangan yang diraih oleh ganda campuran Indonesia lainnya, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Bertanding melawan wakil Malaysia yang juga berstatus sebagai unggulan kedelapan turnamen, Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai, kemenangan 21-14, 21-16 berhasil ditorehkan oleh Praveen/Melati.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80