kumparan
17 Mar 2019 21:29 WIB

Jangan Tanya Kapan Ahsan/Hendra Gantung Raket

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjuarai All England 2019. Foto: Dok. PBSI
Mohammad Ahsan (31 tahun) dan Hendra Setiawan (34) belum habis meski tengah memasuki pengujung karier. Ini terbuki lewat raihan gelar juara sektor ganda putra All England 2019.
ADVERTISEMENT
Kesuksesan tersebut sekaligus melengkapi torehan emas di curriculum vitae keduanya sebagai pasangan. Sebelumnya, pasangan beralias The Daddies ini tercatat sempat merengkuh gelar juara dunia dua kali (2015 dan 2013) serta meraja di All England pada 2014. Ini masih ditambah dengan medali emas Asian Games 2014.
Kendati begitu, kiprah mereka belum paripurna sebagai duet. Untuk level BWF Super 1.000, gelar juara Indonesia Open dan China Terbuka masih alpa. Sementara untuk gelar bergengsi lainnya, Ahsan belum pernah merengkuh medali emas Olimpiade, tak seperti Hendra ketika berpasangan dengan Markis Kido pada 2008 silam.
Aksi Ahsan/Hendra di final All England 2019. Foto: Reuters/Andrew Boyers
Catatan minor itulah yang menjaga rasa lapar Ahsan/Hendra. Keduanya tetap berhasrat melanjutkan karier panjangnya demi melengkapi gelar. Untuk target paling dekat, The Daddies ingin mewakili Merah-Putih di Olimpiade 2020.
ADVERTISEMENT
"Masih banyak target ke depan. Jadi kami belum berpikir untuk gantung raket," ujar Ahsan ketika tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Minggu (17/3/2019) malam WIB.
"Ya, kami berdua masih memikirkan bagaimana lolos ke Olimpiade. Tidak mudah, tetapi kami akan berusaha maksimal," kata Hendra menimpali.
Juara All England 2019, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan, menerima sambutan Kemenpora serta PBSI di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Minggu, (17/3). Foto: Anju Christian P. Silaban/kumparan
Yang menarik, upaya Ahsan/Hendra untuk berlaga di Tokyo tahun depan bakal berlangsung dengan status non-pelatnas. Karena per awal 2018, keduanya tak lagi berada di bawah naungan PBSI.
Tanpa sokongan dana dari PBSI, Ahsan/Hendra pun berupaya menggaet sponsor. Tercatat ada tiga perusahaan yang menopang mereka ketika menjuarai All England 2019, di antaranya Bumi Hasta Mukti, Advance, serta Mizuno.
Meski begitu, PBSI berjanji tetap mendukung perjuangan Ahsan/Hendra ke depannya. Terlebih lagi, mereka berlatih di Cipayung dengan bantuan pelatih ganda putra PBSI, Herry IP.
ADVERTISEMENT
"Walaupun tidak masuk anggota pelatnas, tetapi latihan tetap di pelatnas. Kami membuka kesempatan kepada semua atlet. Hanya di pelatnas ada persyaratan-persyaratannya," ujar Ketua PBSI, Wiranto.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan