Pencarian populer

Jonatan Christie Akhiri Dahaga Gelar BWF

Jonatan Christie memenangi babak pertama Singapura Terbuka 2019. Foto: Dok. PBSI

Predikat spesialis multievent pernah melekat dalam diri Jonatan Christie. Pasalnya, dia cuma bersinar dengan merebut medali emas SEA Games 2017 dan Asian Games 2018, sementara prestasinya untuk ajang di bawah Badminton World Federation (BWF) sempat nihil.

Semua anggapan itu sirna Eventfinda Stadium, Auckland. Ajangnya memang cuma Selandia Baru Terbuka yang termasuk dalam kategori BWF World Tour Super 300. Namun, Jonatan telah memutus dahaga gelar di panggung BWF.

Dalam perjalanannya menuju podium juara, Jonatan tak menghadapi lawan sulit macam Kento Momota (Jepang) atau Shi Yuqi (China). Di final saja, dia sekadar menaklukkan NG Ka Long Angus (Hong Kong) yang menempati peringkat ke-16 dunia. Dalam laga berdurasi 39 menit, Jonatan menang 21-12 dan 21-13.

Sebelum itu, lawan-lawannya tergolong mudah karena para unggulan jarang mengikuti turnamen level 300. Dimulai dari babak pertama, Jonatan menaklukkan kompatriotnya asal Indonesia, Shesar Hiren Rhustavito, dengan skor 21-12 dan 21-10. Kemudian, dia melewati Wang Tzu Wei asal Taiwan (21-14, 14-21, 21-16), Sun Feixiang dari China (21-11, 21-9), serta Kanta Tsuneyama (21-12, 21-15).

Jonatan Christie di perempat final Singapura Terbuka 2019. Foto: Roslan RAHMAN/AFP

"Ya, puji Tuhan akhirnya bisa dapat gelar. Mainnya cukup bagus, tetapi masih kelihatan hati-hati sehingga belum maksimal. Dari segi mental sudah oke," tutur Hendry Saputra selaku pelatih sektor tunggal putra PBSI, kepada kumparanSPORT.

Seperti kata Hendry, kesuksesan Jonatan patut disyukuri meski level turnamen kurang bergengsi. Karena torehannya Jonatan turut mengakhiri paceklik gelar Indonesia di sektor tunggal putra. Terakhir kali, raihan juara datang dari Anthony Sinisuka Ginting yang memenangi China Terbuka dengan menaklukkan Momota di final pada September 2018 lalu.

Selain Jonatan, Indonesia mengirimkan dua wakil lainnya ke babak final Selandia Baru Terbuka. Di sektor ganda campuran, Praveen Jordan//Melati Daeva Oktavianti cuma merebut status runner-up setelah kalah dari wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu ing, dengan skor 14-21, 21-16, serta 27-29.

Masih ada Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang menjadi representasi Indonesia di final ganda putra. Sampai berita ini diturunkan, pasangan beralias The Daddies tersebut masih menjalani duel menghadapi Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe asal Jepang.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60