Pencarian populer

Jorge Lorenzo Lebih Cocok dengan Motor Honda yang Kecil

Jorge Lorenzo dengan seragam barunya di Tim Repsol Honda. (Foto: (Dok. Honda Racing Corporation))

Jorge Lorenzo adalah salah satu bintang di panggung balap motor. 11 tahun berkarier, pebalap asal Spanyol ini lima kali juara dunia, tiga diantaranya di MotoGP, dan telah melaju dalam 282 balapan di usia 31 tahun. Di balik nama besarnya, Lorenzo mengaku lebih menyukai motor dengan ukuran kecil.

Kali ini, menyoal tim barunya di MotoGP, Repsol Honda. Hengkang dari Ducati Corse, Lorenzo bakal mengarungi kompetisi balap motor paling prestisius mulai 2019 hingga 2020 bersama Honda. Dua musim di Ducati, Desmosedici yang terkenal gagah dengan berbagai variasi fairing dan dikenal melesat cepat nyatanya hanya mengantarkan Lorenzo finis ketujuh di Grand Prix (GP) 2017.

Musim 2018, Lorenzo malah tercecer finis kesembilan meski menorehkan tiga kali kemenangan. Jelang melakoni GP 2019 bersama RC213V, sang pebalap pun cukup puas berkenalan dengan kuda besi andalan Honda itu selama tes di Valencia dan Jerez.

Dikutip dari laman resmi Repsol, RC213V sendiri punya panjang 2,05 meter dan lebar 0,64 meter dengan tinggi 1,1 meter. Bagi Lorenzo, dimensi RC213V itu cocok dengan gaya balapannya di lintasan. Sementara Desmosedici Ducati disebutnya terlalu tinggi dan besar.

"Mungkin itu (Desmosedici) terlalu besar bagi saya. Motor Honda lebih cocok urusan dimensi. Motornya lebih padat, kecil, dan rendah sehingga saya bisa bersandar (miring) lebih baik," ucap Lorenzo dilansir laman resmi Honda Racing Corporation, Selasa (8/1/2019).

"Saya merasa lebih percaya diri ketika memasuki tikungan (dengan RC213V) karena semakin dekat ke tanah, maka Anda akan semakin percaya diri. Kesan pertama saya cukup positif dan saya melihat ada banyak potensi di RC213V," imbuhnya.

Jorge Lorenzo mengikuti tes pramusim MotoGP 2019 di Valencia. (Foto: Dok. MotoGP)

Selama mengikuti tes di Valencia pada 20 November 2018 dan di Jerez pada 28 November itu, Lorenzo sendiri ikut dibuat terpukau dengan kesigapan tim. Juara dunia MotoGP 2010, 2012, dan 2015 ini mengaku tim bereaksi cepat atas permintaannya.

"Satu yang membuat saya terkesan adalah kemampuan Repsol Honda untuk menyediakan apa yang saya minta. Honda mencatat semua masukan saya, dan beberapa hari kemudian mereka menyiapkan semuanya, bahkan tangki khusus untuk saya," ujar Lorenzo.

Tak hanya berhenti memuji sampai di situ, Lorenzo juga menyoroti kesuksesan Repsol Honda sebagai tim terhebat sepanjang sejarah MotoGP. "Mereka punya gelar dan kemenangan terbanyak. Kalau diibaratkan sebagai tim sepak bola, Repsol Honda adalah Barcelona, atau Real Madrid. Tak ada tim dengan titel lebih banyak dari Repsol Honda," katanya.

Terakhir, Lorenzo yang setim bersama juara dunia 2018, Marc Marquez, mengatakan akan mempelajari kekuatan rekan setim juga kompatriotnya itu. Kedua pebalap andal ini akan meresmikan musim 2019 lewat presentasi Repsol Honda di Madrid, Spanyol, 23 Januari mendatang.

"Setiap pebalap punya kekuatan dan kelemahan. Marc juga punya keduanya. Jadi saya akan mempelajari kekuatannya, begitu juga dia mempelajari kekuatan saya. Kami akan mendorong satu sama lain. Dia akan coba mengalahkan saya, saya pun begitu. Ini membantu tim dan motor untuk berkembang," ujar Lorenzo mengakhiri.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: