• 0

Kecepatan saat Menikung Menjadi Fokus Perbaikan Ducati untuk Lorenzo

Kecepatan saat Menikung Menjadi Fokus Perbaikan Ducati untuk Lorenzo


Jorge Lorenzo

Lorenzo dalam sesi latihan bebas GP Valencia. (Foto: PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)
Tak ada yang bisa menampik musim balap 2017 lalu adalah musim terburuk bagi seorang Jorge Lorenzo selama berkarier dalam balapan MotoGP.
Secara keseluruhan, di musim 2017 lalu Lorenzo hanya bisa meraih tiga podium --tanpa sekali pun mencicipi peringkat pertama. Torehan ini menjadi catatan terburuknya sejak menjadi rookie di kelas 250cc pada musim 2005 silam.
Alhasil, peringkatnya di papan klasemen pun mengalami penurunan drastis musim ini. Hanya mengumpulkan 137 poin, Lorenzo menyelesaikan musim di urutan ketujuh. Ini menjadi catatan terburuknya selama sembilan tahun berkarier di MotoGP.
Buruknya hasil balapan Lorenzo semakin kentara manakala rekan satu timnya di Ducati, Andrea Dovizioso, berhasil melewati musim 2017 dengan begitu luar biasa yang membuat Lorenzo kian berada di bawah bayang-bayang Dovizioso.
Rapor merah Lorenzo ini sempat membuat Ducti memberikan ultimatum kepadanya melalui kepala kru mereka, Cristian Gabarrini, yang mengatakan bahwa musim 2017 sangat tidak bisa ditolerir.
Namun, di lain sisi, masih ada yang membela pemegang lima titel juara dunia ini. Salah satunya dari Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, yang memuji usaha besar Lorenzo untuk beradaptasi dan dengan motor Desmosedici.
Di lain sisi, Tardozzi mengatakan bahwa di musim mendatang, giliran Ducati yang harus bisa menyempurnakan mesin motor di 2018, sehingga Lorenzo bisa memanfaatkan kekuatannya dan mengeluarkan semua kemampuannya, yang terbukti sangat efektif ketika ia masih berseragam Yamaha.
"Lorenzo sudah berusaha sebesar mungkin untuk mengubah gaya membalapnya dan menyesuaikan gaya membalapnya bersama motor Ducati. Pada akhirnya dia mendapatkan beberapa hasil," kata Tardozzi seperti dilansir Crash.
"Masalahnya, dia masih belum memiliki apa yang dia butuhkan untuk menjadi lebih cepat. Namun, itu adalah masalah kami (tim Ducati). Kami harus memberikan sesuatu padanya agar dia bisa lebih cepat. Karena dia sudah menyesuaikan dirinya dengan motornya, jadi sekarang saat kami melakuannya dan saat kami melakukan itu, dia akan lebih cepat," tambahnya.
Saat ditanya di bagian mana perbaikan yang harus dilakukan oleh Ducati untuk membantu Lorenzo lebih baik di musim mendatang. Tardozzi mengatakan masalah corner speed menjadi titik utama.
"Corner speed (kecepatan saat menikung). Kami harus memberikan motor yang bisa membawa Lorenzo masuk ke tikungan dengan kecepatan yang kencang, seperti yang kita tahu dia bisa," pungkasnya.


Soal corner speed ini, Lorenzo sejatinya merupakan salah satu pebalap yang paling jago dalam memanfaatkan kecepatan di tikungan. Namun, itu semua terjadi ketika ia mengendarai motor Yamaha YZR-M1.
Sedangkan, bersama Ducati Desmosedici, Lorenzo kehilangan sentuhan itu. Seperti kita ketahui, corner speed adalah masalah yang selalu menjadi persoalan Ducati dalam beberapa musim terakhir ini. Di Ducati, para pebalapnya diharuskan untuk menggunakan rem belakang lebih sering. Sementara, saat Lorenzo bersama Yamaha, hal itu sangat jarang dilakukan olehnya.
Namun, jika tim Ducati bisa memecahkan masalah ini dan membantu Lorenzo lebih baik di sisi cornering agar mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Bukan tidak mungkin, Lorenzo bisa memberikan kejutan di musim 2018 menadatang.


SportsMotoGPDucatiJorge Lorenzo

500

Baca Lainnya




}