kumparan
11 Mar 2019 13:19 WIB

Kemenpora: Ahsan/Hendra Akan Dapat Sambutan, Bonus Masih Dibicarakan

Aksi Ahsan/Hendra di final All England 2019. Foto: Reuters/Andrew Boyers
Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut ganda putra Indonesia berhasil meraih gelar di ajang All England. Jika pada 2017 dan 2018 Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi protagonisnya, pada 2019 ini giliran Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang meraih trofi juara.
ADVERTISEMENT
Bagi Ahsan/Hendra sendiri, ini merupakan gelar kedua mereka setelah pada 2014 pasangan berjuluk The Daddies ini sudah sukses memuncaki podium All England. Kendati demikian, ada yang berbeda dari pencapaian Ahsan/Hendra kali ini. Pada edisi 2019, pasangan peraih emas Asian Games Incheon ini tidak bertanding sebagai wakil pelatnas Cipayung binaan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
Sejak Januari lalu, Ahsan/Hendra memang telah memutuskan untuk mundur dari pelatnas. Mereka, seperti halnya Tommy Sugiarto di nomor tunggal, berangkat ke All England secara mandiri dengan menggandeng sponsor. Keberadaan Herry Iman Pierngadi, pelatih ganda putra PBSI, di tepi lapangan saat Ahsan/Hendra melakoni laga semifinal dan final tidak mengubah fakta tersebut.
Ahsan/Hendra sendiri tidak langsung kembali ke Indonesia usai menjuarai All England karena mereka masih akan mengikuti Swiss Terbuka Super 300, 12-17 Maret mendatang. Baru setelah itu mereka akan pulang ke Tanah Air.
ADVERTISEMENT
Nah, walaupun bukan berstatus sebagai atlet binaan PBSI, ketika pulang nanti Ahsan/Hendra tetap akan mendapat sambutan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto. "Tentu saja ada penyambutan. Dulu waktu Kevin/Marcus juara All England juga ada penyambutan. Semua tergantung koordinasi dengan PBSI," kata Gatot kepada pewarta.
Selain penyambutan, bonus juga bakal diberikan kepada Ahsan dan Hendra. Walau begitu, Gatot belum bisa memastikan berapa jumlah yang akan didapat pasangan ganda peringkat tujuh dunia tersebut. "Saya belum tahu karena masih menunggu keputusan Pak Menteri (Imam Nahrawi, red)," jelas Gatot singkat.
Adapun, keberhasilan Ahsan/Hendra di All England ini membuat Indonesia sekarang punya koleksi 47 gelar di turnamen bulu tangkis tertua itu. Rudy Hartono sampai saat ini masih jadi yang tersukses dengan raihan 8 gelar juara tunggal putra. Ahsan/Hendra sendiri, ketika menjadi juara pada 2014 lalu, berhasil memutus paceklik gelar ganda putra yang kala itu telah berlangsung selama sepuluh tahun.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·