kumparan
7 Jun 2018 17:17 WIB

Kiat Herry IP Mencari Pelapis Marcus/Kevin

Kevin dan Marcus di Piala Thomas dan Uber 2018 (Foto: Humas dan Media PP PBSI)
Selain kalender turnamen BWF, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengikuti satu agenda penting lain, yakni Asian Games 2018. Di multievent 45 negara Asia itu, PBSI sendiri ditargetkan meraih dua medali emas.
ADVERTISEMENT
Secara realistis, satu peluang besar dimiliki oleh ganda putra terbaik dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Meski belum resmi diumumkan nomor apa yang menjadi target, sudah tak dimungkiri duo berjuluk 'Minions' itu akan didaulat menjadi ujung tombak.
Pertanyaannya, dengan dua slot di setiap nomor perorangan, siapa yang akan menjadi pelapis Marcus/Kevin? Saat ditanyakan kepada Pelatih Kepala Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, ia berujar sudah mengantongi dua nama pelapis yakni Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Koh Herry --begitu Herry IP disapa-- tinggal memutuskan siapa yang akan menjadi ganda kedua setelah 'Minions'. Pertimbangannya, Koh Herry akan melihat catatan head to head baik Ahsan/Hendra maupun Fajar/Rian dengan ganda putra lain dari Malaysia, China, dan Jepang.
ADVERTISEMENT
Marcus dan Kevin di Final All England 2018 (Foto: Bergas Agung/kumparan)
"Kalau yang ditargetkan itu saya sendiri (ingin) dari perorangan, bukan beregu. Akan saya lihat lagi kriterianya. Pertama, persentase head to head lawan pesaing, seperti kalau lawan China siapa head to head yang bagus, lawan malaysia juga. Karena pesaing kita 'kan Malaysia, China, Jepang, dan Taiwan," ucap Herry IP kepada wartawan.
"Kita lihat persentase head to head lawan negara-negara itu, siapa di antara Ahsan/Hendra dan Fajar/Rian yang paling memungkinkan menang. Yang kedua, paling mendekati rangking Marcus/Kevin," imbuhnya.
Adapun, entry by name setiap cabang olahraga masing-masing negara harus sudah dilaporkan pada 30 Juni mendatang. Prosesnyanya, Koh Herry akan berdiskusi dengan Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI Susy Susanti setelah Hari Raya Idul Fitri.
ADVERTISEMENT
Setelah itu, siapa pun yang dipilih akan mengikuti Malaysia Terbuka yang berlangsung 26 Juni hingga 1 Juli di Axiata Arena. Hingga tiba agenda rapat dengan Susy, Koh Herry pun tetap meminta setiap pemain untuk fokus berlatih agar selalu siap ketika diturunkan di turnamen bergengsi dunia.
Fajar/Rian dengan pelatih mereka, Herry P. (Foto: PBSI)
"Biasanya tidak setiap turnamen itu diberi target, PBSI mengeluarkan (target) Susy itu mengeluarkan target. Tapi tetap kami memasang target sendiri, pemain harus memiliki target supaya termotivasi dan jangan hanya asal-asalan saja,"
"Fajar/Rian sendiri menurut saya grafiknya cukup baik, ya. Cuma mereka dua-duanya muda, jadi masih turun-naik. Tapi menurut saya masih on the track, kalau melihat di Thomas Cup menurut saya oke, masih konsisten, walaupun banyak yang masih harus diperbaiki," pungkas Koh Herry.
ADVERTISEMENT
Sementara 'The Daddies' --sebutan Ahsan/Hendra-- merupakan penyumbang emas di Asian Games 2014. Pengalaman mantan ganda putra nomor wahid dunia itu pun tak perlu dipertanyakan meski saat ini terhalang faktor usia di tengah banyaknya andalan baru dunia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan