kumparan
18 Sep 2019 12:15 WIB

KTM Depak Johann Zarco

Pebalap KTM Factory Racing di MotoGP 2019, Johann Zarco. Foto: twitter/ktmfactoryracing
Kerja sama Johann Zarco dengan Red Bull KTM berakhir lebih cepat. Tim pabrikan MotoGP asal Austria itu memutuskan untuk tak menggunakan jasa Zarco lagi per seri ke-14 MotoGP 2019 di Aragon, Minggu (22/9/2019).
ADVERTISEMENT
Zarco sebelumnya memang sudah mengumumkan akan meninggalkan KTM akhir musim 2019. Pebalap asal Prancis itu sepakat tak merampungkan kontrak awal berdurasi dua tahun dengan KTM atau sampai akhir musim 2021.
Namun, perceraian nyatanya terjadi lebih cepat. Kubu KTM memilih melepas Zarco dan menggantinya dengan test rider, Mika Kallio, hingga akhir musim 2019.
"Red Bull KTM akan menggunakan test rider saat ini, Mika Kallio bersama Pol Espargaro untuk sisa seri MotoGP 2019. Johann dan KTM sepakat untuk mengakhiri hubungan di akhir musim 2019. Tapi, demi perkembangan dan prioritas, pebalap Prancis itu akan dibebaskan dari tugas," tulis pernyataan resmi KTM.
"Keputusan ini dibuat demi menjamin sumber daya terbaik dan saat ini kami sedang berada di arah yang tepat. Kami percaya Kallio bisa membantu dengan latar belakang dan pengalamannya," lanjut pernyataan itu.
ADVERTISEMENT
Performa tak impresif Zarco saat mengendarai motor RC16 memang jadi alasan kuat di balik perpisahan. Dari 13 seri musim ini, pria berusia 29 tahun itu cuma mengumpulkan 27 poin dan duduk di posisi ke-16 klasemen pebalap.
Johann Zarco mengikuti tes pramusim MotoGP 2019 di Sepang. Foto: Mohd RASFAN/AFP
Torehannya berbanding terbalik dengan Espargaro yang duduk di peringkat 11 klasemen. Bahkan pada balapan terakhir di San Marino, Espargaro sempat memberi kejutan dengan start dari urutan kedua, meski akhirnya finis di posisi ketujuh.
"Mika membuktikan punya kemampuan menggunakan motor RC16 dan kami senang dia bisa bergabung. Tak ada keraguan bahwa kami akan fokus dengannya untuk berjuang meraih poin di sisa balapan musim ini," ucap Direktur KTM, Pit Beirer.
Bagi Zarco, ini jelas sebuah langkah mundur dalam kariernya di balapan kelas utama. Saat masih menjadi pebalap satelit di Yamaha Tech3 (2017-2018), Zarco sempat digadang-gadang sebagai pebalap yang akan melejit karena mampu mencatatkan 7 kali podium.
ADVERTISEMENT
Kini, dengan kondisi tak memiliki kontrak dengan tim mana pun, besar kemungkinan Zarco akan menjajal peruntungan dengan menjadi test rider sepanjang musim 2020 untuk bisa kembali membalap pada 2021.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan