• 1

'Lalu Muhammad Zohri Memang Anak yang Berani'

'Lalu Muhammad Zohri Memang Anak yang Berani'


Lalu Muhammad Zohri

Pelari Indonesia, Lalu Muhammad Zohri. (Foto: Lehtikuva/Kalle Parkkinen via REUTERS)
Sebuah kebanggaan bagi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) kala atlet junior berusia 18 tahun, Lalu Muhammad Zohri, mencetak sejarah sebagai juara dunia nomor 100 meter putra di IAAF World U-20 Championships yang dihelat di Finlandia.
Dari Ratina Stadium, Tampere, Rabu (11/7/2018) malam waktu setempat atau Kamis (12/7) dini hari WIB, Zohri menjadi juara usai finis tercepat dengan waktu 10,18 detik. Dari ujung di Lane 8, remaja kelahiran 1 Juli 2000 itu sukses mengalahkan tujuh pelari lainnya.
Bagi Sekretaris Jenderal PASI, Tigor Tanjung, keunggulan Zohri atas Dominic Ashwell (Inggris), Daisuke Miyamoto (Jepang), Michael Stephens (Jamaika), Eric Harrison (Amerika Serikat), Henrik Larsson (Swedia), Anthony Schwartz (Amerika Serikat), serta Thembo Monareng (Afrika Selatan) adalah hal yang wajar.
"Zohri pelari berbakat, atlet yang disiplin, juga cepat menangkap instruksi pelatih. Dia tekun mengulang teknik, karena di atletik teknik sangat penting, lebih dari fisik," ucap Tigor kepada kumparanSPORT via sambungan telepon, Kamis (12/7).
"Dia juga tidak memiliki rasa takut. Terlihat 'kan bagaimana Zohri (di Kejuaraan Dunia U-20 Finlandia) melawan atlet asal Amerika Serikat, Afrika Selatan, hingga Jamaika. Mukanya berani sekali, hahaha," imbuhnya.
Di final yang dimulai pukul 20:02 waktu setempat, tolakan kaki Zohri hingga dapat melaju 1,2 meter per detik itu mengukir sejarah baru bagi atletik Indonesia. Sementara, di semifinal yang berlangsung beberapa jam sebelumnya, Zohri finis 10,24 detik.
"Prestasi Zohri ini memang sangat membanggakan. Indonesia bisa mencicipi rasa menjadi juara dunia. Ini baru pertama kali emas di kejuaraan dunia, pencapaian terbaik nomor 100 meter itu semifinal di Olimpiade 1984 dan 1988," tuturnya.
Menjadi juara dunia baru dari pelosok Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, lantas apa apresiasi yang akan diberikan PASI kepada Zohri?
"Kepada atlet-atlet yang memecahkan rekor PASI sudah biasa kami beri tabungan hari tua untuk dipakai modal usaha. Tujuannya (agar) mereka tidak menghambur-hamburkan uang untuk hal yang tidak berguna. Kalau tabungan 'kan bisa jadi modal," jelas Tigor.

Pelari Indonesia, Lalu Muhammad Zohri

Pelari Indonesia, Lalu Muhammad Zohri (tengah) menjadi juara dunia lari 100 M untuk U-20. (Foto: Charlie Crowhurst/Getty Images for IAAF)

"Untuk penjemputan (pulang ke Indonesia) kami sih biasa-biasa saja. Saya dengar Menpora (Imam Nahrawi) mau jemput, ya, silakan. Kami bersyukur dengan berita ini semua orang jadi teringat kembali ke atletik," lanjutnya.
Tak hanya menyambut di Bandara Soekarno-Hatta, Menpora Imam Nahrawi, dilansir dari laman resmi Kemenpora, juga berjanji memberikan bonus kepada Zohri, setidaknya bonus berupa beasiswa.
Sementara, di Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang, Zohri sendiri bertanding di nomor 100 meter dan estafet 4x100 meter. Namun, 100 meter yang membuatnya menjadi juara dunia tak bakal menjadi nomor andalannya.
"Di Asian Games fokus estafet. Di nomor perorangan 100 meter, atlet dari Qatar dan China itu larinya sudah di bawah 10 detik. Jangan sampai dipaksakan lawan pelari senior, Zohri 'kan junior. Persaingan tidak main-main di Asian Games," tutup Tigor.
Di mutlievent terbesar se-Asia itu, juara 100 meter putra di edisi 2014 adalah Femi Ogunade (Qatar) dengan waktu 9,93 detik. Pada test event Asian Games, Februari lalu, Zohri sendiri menorehkan emas di nomor estafet 4x100 meter dan perak di nomor perorangan.


SportsAtletikAsian GamesLalu Muhammad Zohri

presentation
500

Baca Lainnya