kumparan
22 Mar 2019 15:08 WIB

Lorenzo soal Potensi Konflik dengan Marquez: Itu Normal di MotoGP

Duet pebalap Repsol Honda di MotoGP 2019, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo. Foto: twitter/motogp
Sebelum MotoGP 2019 bergulir, banyak yang penasaran dengan kolaborasi Marc Marquez dan Jorge Lorenzo di Repsol Honda. Pasalnya, tim yang bermarkas di Belgia ini menjadi satu-satunya tim dengan dua pebalap juara dunia.
ADVERTISEMENT
Penasaran muncul karena potensi konflik keduanya di lintasan balap. Baik Marquez dan Lorenzo memang memiliki ambisi besar untuk keluar sebagai pebalap terbaik di setiap seri.
Lorenzo yang sudah mengoleksi tiga gelar (2010, 2012, 2015) tentu ingin menambah pundi-pundi prestasinya. Sementara itu, Marquez selalu dianggap sebagai calon kuat juara dunia dan sudah mengumpulkan lima gelar MotoGP (2013, 2014, 2016, 2017, 2018).
Dengan fakta kedua pebalap sama-sama memiliki ego besar, gesekan di antara keduanya tentu jadi hal yang sulit dihindari. Apalagi, Lorenzo juga memiliki catatan kerap berselisih dengan rekan setimnya. Itu terjadi antara dirinya dengan Valentino Rossi di Yamaha dan Andrea Dovizioso di Ducati.
Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso di Shell Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Terkait kekhawatiran tersebut, Lorenzo yang dijuluki X-Fuera itu tak mempermasalahkannya. Menurutnya, jika memang terjadi gesekan dengan The Baby Alien, itu adalah hal yang wajar.
ADVERTISEMENT
"Mungkin ada percikan antara saya dan Marc. Itu adalah hal yang normal ketika Anda berada dalam persaingan. Seperti yang dikatakan (Carmelo) Ezpeleta (bos Dorna) beberapa hari lalu, saya dan Marc tak harus berteman," kata Lorenzo, dikutip dari Tuttomotoriweb.
Jika melihat rekam jejak Lorenzo, ia sendiri sempat memiliki beberapa momen panas dengan rekan setim. Saat masih jadi rekan setim Rossi di Yamaha, perseteruan keduanya cukup sering terjadi. Bahkan, sempat ada momen ketika garasi Rossi dan Lorenzo dipisahkan sebuah dinding pembatas.
Begitu pula saat ia berduet dengan Andrea Dovizioso sebagai pebalap Ducati. Saling melemparkan kritik jadi kebiasaan keduanya. Pebalap asal Spanyol itu pun sempat menuding Dovi dengan sengaja menjatuhkan mentalnya lewat komentar sinis. Ini terjadi saat Lorenzo masih kesulitan beradaptasi dengan motor Desmosedici.
ADVERTISEMENT
"Kami (dengan Marquez) bersaing dalam olahraga individu. Saya punya teman dan dia juga punya. Kami berbagi garasi dan bagian dari tim. Kami akan mencoba berbagi informasi untuk membuat tim lebih kuat. Tapi pada akhirnya, ini adalah olahraga individu dan saya ingin mengalahkan 22 pebalap yang bersaing dengan saya, termasuk rekan saya," Lorenzo menegaskan.
Sayang, pada seri pembuka MotoGP 2019 di Sirkuit Losail, Qatar, Lorenzo tak mendapatkan hasil yang maksimal. Masih bermasalah dengan fisiknya yang belum 100 persen bugar, ia pun finis di posisi ke-13. Berbeda dengan Marquez yang finis sebagai runner-up.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan