kumparan
22 Agu 2018 20:21 WIB

Marcus/Kevin Bawa Indonesia Samakan Kedudukan Menjadi 1-1

Marcus Gideon/Kevin Sanjaya membela Indonesia di nomor beregu putra cabang olahraga bulu tangkis Asian Games 2018. (Foto: Hadi Abdullah/Antara/INASGOC)
Laga kedua final bulu tangkis beregu putra Asian Games 2018 yang dihelat di Istora GBK pada Rabu (22/8/2018), mempertemukan ganda Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan ganda China, Li Junhui/Liu Yuchen. Kemenangan dua gim langsung 21-17, 21-18 berhasil membawa Indonesia menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
ADVERTISEMENT
Seperti biasa, Minions memulai laga dengan trengginas. Tak sampai 10 menit, Marcus/Kevin sudah berhasil merengkuh keunggulan 8-5 atas Junhui/Yuchen. Satu smes keras China yang mengubah skor menjadi 8-6 dibalas dengan satu smes kencang yang dilepaskan oleh Marcus.
Untuk sementara, kedudukan menjadi 9-6 bagi keunggulan Marcus/Kevin. Walau lawan berhasil menambah satu angka, Marcus/Kevin tetap berhasil menyelesaikan interval dengan keunggulan 11-7.
Selepas interval, Marcus/Kevin tetap melaju. Namun, eror yang tampaknya diakibatkan oleh serangan yang terburu-buru membikin lawan dapat mempersempit ketertinggalan menjadi 11-12. Ganda China bahkan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 13-13.
Bila diperhatikan, ganda China cenderung mengambil posisi sejajar selepas interval. Akibatnya, arah serangan mereka menjadi lebih tidak tertebak. Dengan skema inilah Junhui/Yuchen berhasil mengejar ketertinggalan.
ADVERTISEMENT
Hanya, Marcus/Kevin tetap tampil percaya diri dan berhasil memanfaatkan celah. Smes demi smes membikin mereka memimpin tipis mulai dari 16-15 hingga 17-16. Sejak kedudukan ini, Marcus/Kevin kembali mengambil alih permainan dan tampil menekan.
Tekanan bertubi-tubi tak hanya membikin Marcus/Kevin merebut angka dari kegagalan lawan menerima shuttlecock, tapi juga dari kesalahan lawan yang menjadi efek samping lesakan tekanan Minions. Akibatnya, laga gim pertama ditutup dengan kemenangan 21-17 untuk Marcus/Kevin.
Memasuki gim kedua, Junhui/Yuchen tampak ingin mengulang comeback Yuqi di laga pertama. Kejar-mengejar skor kembali terjadi. Mulai dari 1-1 hingga 3-3. Bahkan, Marcus/Kevin sempat tertinggal 3-7.
Namun, sejauh apa pun ketertinggalannya, mental Marcus/Kevin tetap tak jatuh. Satu persatu, poin berhasil dikumpulkan dan mengubah kedudukan menjadi 8-10. Sayangnya, satu smes kencang Yuchen tidak dapat dikembalikan oleh Marcus. Akibatnya, interval gim kedua diakhiri dengan keunggulan 11-8 bagi China.
ADVERTISEMENT
Selepas interval, Marcus/Kevin mencoba untuk mengambil alih pertandingan. Kesalahan lawan penempatan bola membikin Marcus/Kevin kembali mengamankan dua poin. Lucunya, saat China memimpin tipis 13-12, Kevin kembali melakukan gesture khasnya. Walau bola sudah dapat dipastikan out, Kevin tetap terlihat berusaha mengejar bola. Kesalahan penempatan bola yang dilakukan lawan ini tak pelak membikin Marcus/Kevin menyamakan kedudukan menjadi 13-13.
Setelah berhasil menyamakan kedudukan 15-15, Marcus/Kevin cenderung menampilkan permainan-permainan pendek. Satu atau dua shot diakhiri dengan satu smes kencang yang arahnya tidak terduga. Barangkali, cara ini dipandang lebih efektif ketimbang meladeni permainan reli panjang.
Marcus/Kevin semakin menunjukkan sengatnya di pengujung gim kedua. Dengan mudah, permainan agresif mereka membawa pertandingan ke match point dalam kedudukan 20-17. Walau lawan berhasil menambah satu angka, satu tembakan Kevin yang tidak berhasil dikembalikan lawan membuat pertandingan gim kedua berakhir dengan skor 21-18 untuk kemenangan Marcus/Kevin. Dengan hasil ini, Indonesia menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan